Thursday, January 9, 2014

budidaya cupang hias



Langkah-langkah yang perlu diketahui dalam Budidaya Cupang Hias :
-          Pilihlah induk yang baik dan jantan yang cantik dan agresif. Pilih ikan yang ekornya tebal dan lebar denagn bukaan 180 derajat atau lebih. Pilih idnuk yang suka bemain di dasar bukan di permukaan air yang menandakan ikan itu sehat.
-          Pilih indukan yang warnanya senada, jika merah dengan merah, hijau dengan hijau atau warna dasar terang degan warna dasar terang, kecuali ingin mencoba warna baru yang menghasilkan multi color. Sedapat mungkin pilih warna-warna yang akan menghasilkan anakan yang masuk dalam kategori kontes.
-          Untuk tempat pemijahan,cupang tidak perlu tempat luas. Cukup akuarium kecil, baskom, toples, atau ember plastik. Sebelum dipakai pemijahan, akuarium direndam dengan larutan PK encer sebelum akhirnya dibilas dengan air bersih, untuk mencegah jamur dan penyakit. dinding digosok  dan dibilas air. Air sebaiknya diendapkan dan didiamkan 3 hari sebelum dipakai.
-          Suhu yang dibutuhkan 21-31 derajat C, atau standartnya 25 derajat C. Dalam akuarium ditaruh tanaman yang telah dibersihkan. Bisa berupa enceng gondok atau kayu apu.
-          Pisahkan antara induk jantan dan induk betina dan diberi makan yang cukup selama 4 s.d. 5 hari.
-          Setelah tempat pemijahan selesai, masukan terlebih dahulu cupang jantan, tunggu sampai cupang jantan membuat sarang-sarang busa, jika busa sudah tampak di permukaan air, masukan betina  yang sudah matang kelamin. Selang 2-3 hari perkawinan selesai, dan betina menghasilkan 200-400    telur yang sudah dibuahi pejantan dan terlihat menempel di eceng atau apu-apu
-          Angkat betina kalau sudah selesai bertelur, biarkan jantan di permijahan. betina dipisah agar tidak  memakan telurnya sendiri, sementara si jantan dibiarkan ditinggal, karena sangat membantu proses penetasan, usahakan si jantan diberi makanan yang cukup agar tidak memakan telurnya, Dan  begitu menetas ,pisahkan pejantan
-          Selama 2-3 hari anak ikan tersebut tidak diberi makan karena masih ada persediaan kuning telur dalam tubuhnya.
-          Setelah 2-3 hari kemudian anak-anak ikan tersebut perlu diberi makan infosuria selama 3 hari kemudian diberi makan kutu air yang disaring selama 10 hari dan setelah itu dapat diberi kutu air tanpa disaring.

Penanganan Burayak
a. Pencatatan
Dua hari setelah pemijahan, bila kualitas airnya sesuai, telur-telur akan menetas. Larva bergerak cepat dan berwarna hitam. Saat tersebut pencatatan perlu dilakukan untuk memudahkan evaluasi keturunan. Hal-hal yang perlu dicatat di antaranya pencatatan tentang jenis kedua induk, banyaknya telur atau burayak, perkembangan burayak, penyakit yang mungkin menyerang, dan perbandingan kelamin yang dihasilkan burayak. Sementara itu, pakan yang bisa diberikan berupa kuning telur yang direbus dan diremas dengan air kemudian ditebarkan ke burayak berumur tiga hari atau diberikan kutu air saring dan artemia. Setelah berumur 20 hari, burayak bisa diberi jentik nyamuk (cuk), kutu air, dan cacing sutra. Cacing sutra atau cacing darah (bloodworm) dapat membantu mempercepat pertumbuhan anakan cupang.

b. Pendederan
Setelah burayak berusia dua minggu sebaiknya segara dipindahkan ke kolam atau akuarium pendederan. Sebelum dilakukan pendederan, kolam harus dibersihkan lebih dulu. Usahakan bak pendederan berada di ruang terbuka dan cukup mendapat cahaya matahari. Buat naungan di atas kolam atau tambahankan tanaman air di kolam pendederan, seperti, eceng gondok, kiambang, atau ganggang air.

Ketinggian air disarankan ¾ dari tinggi bak. Pemindahan burayak ke kolam pendederan  sebaiknya dilakukan dengan menuangkan seluruh isi akuarium pemijahan ke dalam kolam pendedaran secara perlahan-lahan agar ikan tidak mengalami stres. Pemeliharaan di kolam pendederan berlangsung selama 1 bulan sebelum dipindahkan lagi ke kolam pembesaran atau akuarium soliter. Jika ditempatkan di akuarium atau kolam pembesaran dibutuhkan waktu dua minggu pemeliharaan, lalu ikan dipindahkan ke akuarium soliter berukuran 15 x 15 x 20 cm.

c. Pemeliharaan di Akuarium Soliter
Setelah anak-anak cupang berumur sekitar 1,5 bulan, perawatannya bisa dilakukan di akuarium soliter, khususnya untuk cupang yang berkelamin jantan.  Cupang betina bisa tetap dibiarkan di kolam pendederan atau pembesaran dan dipelihara secara bersama-sama. Jika cupang betina dipelihara bersama sejak kecil dengan perlakuan yang hati-hati terhadap airnya, cupang betina akan hidup berdampingan dengan damai tanpa berkelahi. Berbeda dengan cupang jantan yang karena sifat agresifnya harus segera dipindahkan ke akuarium soliter, agar siripnya tidak robek atau rusak.

Tahap Perkembangan Tubuh Burayak

d Pemanenan dan Pengemasan Cupang
—            Ikan cupang mulai dapat dipanen pada umur 1,5—2 bulan
—            Pemanenan ikan sekaligus menyortir cupang jantan dan betina.
—            Cupang jantan dimasukkan kedalam wadah soliter, satu tempat satu ekor.
—            Beberapa cupang betina dapat disatukan dalam satu wadah.
—            Perawatan cupang sangat tergantung pada kebersihan airnya. Kotoran di-siphon setiap hari dan air yang berkurang ditambah.
—            Pemberian pakan sehari dua kali sehari, pagi dan sore hari.
—            Kerusakan sirip dan mulut dapat dicegah dengan pemberian sekat di antara dua akuarium soliter yang berisi cupang jantan dewasa agar cupang tidak selalu ngedok.

e. Pakan Cupang dan Kandungan Gizinya
Cupang menyukai makanan yang bergerak. Makanan harus tersedia sejak anak cupang menetas. Karena itu kebanyakan peternak mengultur makanan sebelum mereka memijahkan cupangnya. Berikut ini beberapa jenis makanan halus dan lembut untuk anak cupang.

No comments:

Post a Comment