A.
Etika
Etika adalah Ilmu yang membahas
perbuatan baik dan buruk manusia, Menurut
Martin (1993), “etika adalah tingkah laku sebagai standar yang mengatur
pergaulan manusia dalam kelompok sosial”.
sebagai suatu subyek etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu
atau kelompok untuk menilai perbuatannya benar atau salah.
B.
Profesi
Profesi adalah Pekerjaan yang dilakukan
sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup yang mengadalkan
keahlian. Dimana keahlian yang tinggi di perlukan untuk memenuhi kebutuhan
manusia yang rumit serta perlu adanya disiplin etika yang dikembangkan dan
diterapkan oleh suatu individu dan kelompok yang menyandang profesi tersebut.
Merupakan
pelaksanaan tugas dan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan yang rumit dari klien,
yang mencakup pengambilan keputusan dengan kemungkinan akibat yang luas bagi
masyarakat.
C.
Etika
dan profesionalisme TSI
Masalah
etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem
informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986
(Zwass, 1998) yang mencakup privasi, akurasi, property, dan akses.
Mengapa
Etika dan Profesionalisme TSI dibutuhkan?
Alasan mengapa seseorang harus memiliki etika dan profesionalisme
adalah agar terhindar dari sikap atau perbuatan yang dapat melanggar
norma-norma yang ada di lingkungan masyarakat, etika juga membantu merumuskan
pedoman etis yang lebih kuat dan norma-norma baru yang dibutuhkan karena adanya
perubahan dalam kehidupan masyarakat etika juga dapat digunakan untuk mengambil
sebuah keputusan tentang tindakan apa yang perlu di lakukan dan apa yang perlu
dipahami.
Etika
dalam teknologi informasi bertujuan agar suatu individu di lingkungan itu :
1.
Mampu
memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu
sendiri.
2.
Mampu
menginventarisasikan dan mengidentifikasikan etikan dalam teknologi informasi.
3.
Mampu
menemukan masalah dalam penerapan etika teknologi informasi.
Tujuan
pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct)
profesi :
1.
Standar‐standar
etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi,
dan masyarakat pada umumnya.
2.
Standar‐standar
etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka
perbuat kalau mereka menghadapi dilema‐dilema etika dalam pekerjaan.
3.
Standar‐standar
etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi‐fungsi
profesi dalam masyarakat melawan kelakuan‐kelakuan yang jahat dari anggota‐anggota
tertentu.
4.
Standar‐standar
etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral‐moral
dari komunitas, dengan demikian standar‐standar etika menjamin bahwa para
anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya.
5.
Standar‐standar
etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran
dari tenaga ahli profesi.
6.
Perlu
diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang‐undang).
Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau
denda dari induk organisasi profesinya.
Kapan
menerapkan Etika dan Profesionalisme TSI?
Etika dan Profesionalisme TSI digunakan setiap saat menggunakan
teknologi informasi. Etika dan profesionalisme tidak hanya di gunakan ketika mendapat
proyek saja.
Siapa
pengguna Etika dan Profesionalisme TSI?
Pengguna etika dan profesionalisme TSI adalah semua elemen di dalam
suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI. Mereka yang ada di lingkungan
kerja ini harus sadar dan bertanggung jawab untuk mengimplementasikan etika dan
profesionalisme TSI untuk menghindari isu-isu etika
seperti yang telah dijelaskan di atas.
Refrensi
·
http://hengkyrobert.blogspot.com/2013/03/etika-dan-profesionalisme-tsi.html