Thursday, November 7, 2013

resensi tenggelamnya kapal Van DerWijck

TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK

Pengarang      : Hamka
Penerbit         : Bulan Bintang
Tebal Buku    : 226
Harga Buku    : Rp. 35.000
Tokoh            : zainuddin , hayati , muluk ,chadijjah , aziz
Amanat          : walaupun cinta di tolak kita harus membuktikan bahwa kita bisa lebih baik dari seseorang yang di pilih oleh wanita yang kita suka dan jangan gegabah dalam mengambil keputusan yang di dasari akan rasa amarah karena dapat  merusak hidup kita sendiri .


Roman yang dikarang oleh Prof. Dr. Hamka ini diterbitkan tahun 1939. Roman ini menceritakan tentang dua muda-mudi yang menjalin cinta yang tak kesampaian disebabkan karena perbedaan suku sehingga berakhir dengan kematian. Jalan ceritanya dilatar belakangi dengan peraturan-peraturan adat pusaka yang kokoh dan kuat dalam suatu negeri yang bersuku dan berlembaga, barkaum kerabat dan berninik mamak.
Cerita ini bermula dari kisah pertengkaran antara pendekar Sutan dengan mamaknya yaitu Datuk Mantari Labih yang memperebutkan warisan harta peninggalan ibunya. Akhirnya terjadi pembunuhan yang dilakukan pendekar Sutan terhadap Datuk Mantari Labih sehingga ia ditangkap dan dibuang ke Cilacap selama 12 tahun. Setelah ia bebas, ia tinggal di Minangkabau dan akhirnya kawin dengan Daeng Habibah dan memperoleh anak, dialah Zainuddin.
Setelah beberapa lama kemudian ibunya Zainuddin meninggal dunia dan kemudian ayahnya menyusul. Zainuddin dititipkan pada mamaknya yaitu Mak Base. Lama kelamaan Zainuddin ingin pergi ketanah airnya yaitu di Minagkabau dan ingin mengambil harta warisan ayahnya. Tetapi disana ia tidak dikenali oleh siapapun, sehingga ia menderita. Hanya seseorang perempuan muda yang mau mendengarkan ceritanya, menumpahkan segala perasaannya dan dialah Hayati . Hayati adalah anak orang terpandang di Minagkabau.
Dia merupakan wanita idaman Zainuddin, dengan kelembutan hatinya yang membuat Zainuddin semakin mencintainya. Sedangkan mamak Hayati tidak merestui hubungan cinta antara Hayati dan Zainuddin.
Untuk menjaga nama baik kedua orang tua dan keluarga mereka masing-masing, Zainuddin disuruh meninggalkan Batipuh oleh mamak Hayati. Dengan berat hati Zainuddin meninggalkan Batipuh menuju Padang Panjang. Di tengah jalan Hayati menemuinya dan mengatakan bahwa cintanya hanya untuk Zainuddin.
Zainuddin menerima kabar bahwa Hajati akan pergi ke Padang Panjang untuk melihat pacuan kuda atas undangan sahabat Hayati yang bemama Chadidjah. Zainuddin hanya dapat bertemu pandang di tempat itu karena bersama orang banyak ia terusir dari pagar tribune. Pertemuan yang sekejap itu membuat Hayati mendapat ejekan dari Chadidjah. Chadidjah sendiri sebenamya bermaksud menjodohkan Hayati dengan Aziz, kakak Chadidjah sendiri.
Karena merasa cukup mempunyai kekayaan warisan dari orang tuanya setelah Mak Base meninggal, Zainuddin mengirim surat lamaran pada Hayati. Ternyata surat Zainuddin bersamaan dengan lamaran Aziz. Setelah diminta untuk memilih, Hayati memutuskan memilih Aziz sebagai calon suaminya. Zainuddin kemudian sakit selama dua bulan karena Hayati menolaknya. Atas bantuan dan nasehat Muluk, anak induk semangnya, Zainuddin dapat merubah pikirannya. Bersama Muluk, Zainuddin pergi ke Jakarta.
 Dengan nama samaran "Z", Zainuddin kemudian berhasil menjadi pengarang yang amat disukai pembacanya. la mendirikan perkumpulan tonil "Andalas", dan kehidupannya telah berubah menjadi orang terpandang karena pekerjaannya. Zainuddin melanjutkan usahanya di Surabaya dengan mendirikan penerbitan buku-buku.
Karena perkiraan Aziz dipindahkan ke Surabaya, Hayati pun mengikuti suaminya. Suatu kali, Hayati mendapat sebuah undangan dari perkumpulan sandiwara yang dipimpin dan disutradarai oleh Tuan Shabir atau "Z". Karena ajakan Hayati, Aziz bersedia menonton pertunjukkan itu. Di akhir pertunjukan baru mereka ketahui bahwa Tuan Shabir atau "Z"adalah Zainuddin.
Hubungan mereka tetap baik, juga hubungan Zainuddin dengan Aziz. Perkembangan selanjutnya Aziz dipecat dari tempatnya bekerja karena hutang yang menumpuk dan harus meninggalkan rumah sewanya karena sudah tiga bulan tidak membayar, bahkan barang-barangnya disita untuk melunasi hutang. Selama Aziz di Surabaya, ia telah menunjukkan sifat-sifatnya yang tidak baik. la sering keluar malam bersama perempuan jalang, berjudi, mabuk-mabukan, serta tak lagi menaruh cinta pada Hayati. Akibatnya, setelah mereka tidak berumah lagi. Mereka terpaksa menumpang di rumah Zainuddin.
Setelah sebulan tinggal serumah, Aziz pergi ke Banyuwangi meninggalkan isterinya bersama Zainuddin. Sepeninggal Aziz, Zainuddin sendiri pun jarang pulang, kecuali untuk tidur. Suatu ketika Muluk memberi tahu pada Hayati bahwa Zainuddin masih mencintainya. Di dalam kamar kerja Zainuddin terdapat gambar Hayati sebagai bukti bahwa Zainuddin masih mencintainya.
Beberapa hari kemudian diperoleh kabar bahwa Aziz telah menceraikan Hayati. Aziz meminta supaya Hayati hidup bersama Zainuddin. Dan kemudian datang pula berita dari sebuah surat kabar bahwa Aziz telah bunuh diri meminum obat tidur di sebuah hotel di Banyuwangi.
Hayati meminta kesediaan Zainuddin untuk menerimanya sebagai apa saja, asalkan ia dapat bersama-sama serumah dengan Zainuddin. Permintaan itu tidak diterima baik oleh Zainuddin, ia bahkan amat marah dan tersinggung karena lamarannya dulu pemah ditolak Hayati, dan sekarang Hayati ingin menjadi isterinya. la tidak dapat menerima perlakuan Hayati.
Dengan kapal Van Der Wijck, Hayati pulang atas biaya Zainuddin. Namun Zainuddin kemudian berpikir lagi bahwa ia sebenamya tidak dapat hidup bahagia tanpa Hayati. Oleh sebab itulah setelah keberangkatan Hayati ia berniat menyusul Hayati untuk dijadikan isterinya. Ditengah-tengah perjalanan kapal tersebut tenggelam, setelah Zainuddin mendengar berita tersebut langsung menuju ke Rumah Sakit, pada saat itu Hayati diselamatkan oleh penagkap ikan, sesampainya di Rumah Sakit seorang juru rawat memberi tahu tempat Hayati dirawat. Zainuddin menyesali kesalahannya setelah melihat selendang berlumuran darah yang bertuliskan namanya, beberapa saat kemudian Hayati sadar dan menyuruh Zainuddin untuk membaca dua kalimat syahadat, dan setelah tiga kali kalimat syahadat itu diucapkan oleh Zainuddin dia menghembuskan nafas terakhir.
Sepeninggalan Hayati Zainuddin menjadi sakit-sakitan, tidak lama kemudian Zainuddin meninggal dunia dan dimakamkan dekat pusaran Hayati, dan untuk harta peninggalan Zainuddin diwariskan kepada Muluk sahabat Zainuddin.




Thursday, October 17, 2013

pengenalan ikan discus

PENGENALAN IKAN DISCUS

Pertama kali saat ingin memelihara ikan discus, tentunya kita inginkan jenis dan kondisi yang baik bukan? dengan begitu kita pun    akan mudah memelihara ikan tersebut dengan baik pula dan hasilnya tidak akan mengecewakan kita. Berikut ini adalah cara memilih ikan tersebut yang diambil dari berbagai sumber
·          Warna kulit yang cerah, tidak berselaput ataupun mengeluarkan lendir yang berlebihan. Warna kulit yang hitam kusam menandakan kondisi discus yang tidak sehat. Garis hitam vertical/stress bar yang sangat menyolok/tegas menandakan discus dalam kondisi stress yang berat. Jumlah garis ini berbeda-beda menurut varian ikan. Biasanya berjumlah antara 7-18 bar. Stress bar ini tidak menentukan sakit tidaknya seekor discus, tetapi sebagai parameter kondisi discus akibat kaget, atau kondisi lingkungan yang tidak cocok bagi discus. Banyak jenis discus yang menunjukkan stress-bar nya dengan jelas.
·         Sisik pada ikan yang bersih dan tidak terkelupas, tidak berbintik putih dan berlendir terlalu banyak. Sirip ikan haruslah terlihat bersih dan lengkap. Sirip yang sobek, rusak, berjamur menandakan ikan tidak sehat. Biasanya pada sirip ikan sering terserang fin rot. Sirip yang tidak cacat dan seimbang akan membuat bentuk discus bulat dan indah dipandang.


·         Warna mata yang bening, tidak berselaput ataupun berbintik putih. Bola mata yang tidak terlalu mencolok keluar seperti ban radial. Mata demikian disebut pop eye yang disebabkan kondisi air yang jelek, dan ikan terjangkit intestinal bakteri. Ukuran mata yang terlalu besar pada ikan yang berukuran kecil menandakan ikan tersebut terhambat pertumbuhannya atau biasa disebut bantet/ kontet. Selain itu mata yang hitam dapat diakibatkan oleh penyakit internal dan terlalu lama terkena kontaminasi obat-obatan dalam jangka lama
·         Bentuk tubuh ikan discus yang ideal, tidak kurus yang nampak dari ketebalan dahi/ jidat discus. Discus yang tidak cacat fisik, biasanya terlihat dari depan/ muka dimana sisi kiri dan kanan terlihat sama. Mulut ataupun bagian tubuh lainnya tidak ada yang lebih ke kiri/ ke kanan.
·         Cara bernafas yang berirama teratur, dimana kedua insang membuka dan menutup bersamaan, tanpa ada yang lebih besar membukaya ataupun bernafas hanya dengan satu insang. Biasanya ikan yang bernafas dengan satu insang terjangkit Gill Fluke Dactylogyrus atau kutu insang. Tutup insang rata menutupi insang, tidak pendek dan tidak menganga terbuka. Juga harus diperhatikan nafas yang snagat cepat, yang dapat disebabkan oleh kekurangan oksigen naum dalam jangka panjang akan merusak fungsi insang
·         Discus yang sehat umumnya tidak takut terhadap manusia yang melihatnya. Discus yang baik dan sehat biasanya akan segera mendekat dengan cepat, mengira akan diberi makan. Selain itu discus yang sehat umumnya tidak menyendiri, tertapi berbaur dengan teman-temannya.
·         Umumnya discus yang sehat, gaya berenangnya tenang, tidak tersendat-sendat. Discus yang suka menggesekkan bagian tubuhnya ke alat-alat atau benda sekitarnya, umumnya terserang parasit. Hal ini mungkin karena rasa gatal yang ditimbulkan akibat gigitan kutu ataupun jamur/ bakteri pada kulit maupun insang. Discus yang sehat umumnya berenang dengan tenang, dasi/pectoral fin – sirip depan bawah perut diturunkan sehingga terlihat gagah pada saat berenang.
·         Jangan mudah tertipu dengan warna. Warna merah membara pada mata dan warna yang menyolok, terutama pada discus kecil & remaja (antara 2-3 inci), bukan jaminan untuk mendapatkan discus yang baik. Pada saat ini ada sebagian kalangan yang menggunakan hormon untuk memaksakan keluarnya warna ikan, yang bertujuan untuk memudahkan penjualan dan meningkatkan daya tarik ikan. Warna ini tidak akan bertahan lama (kurang lebih 2 minggu – 1 bulan). Pemakaian hormon dapat mengakibatkan gagalnya pemijahan atau anakan yang dihasilkan sedikit dan biasanya tidak sehat.
·         Batik atau pattern ikan biasanya akan timbul mulai 2 inci ke atas dan bertahap. Berhati-hatilah jika membeli discus yang sudah keluar batik sejak ukuran kecil, karena kemungkinan adanya pemberian hormon untuk mengeluarkan batik ini agar terlihat indah. Adalah wajar batik yang keluar hanya setengah atau kurang pada ukuran 2 inci, namun terkadang kualitas discus yang rendah mengakibatkan batiknya tidak keluar secara sempurna hingga full satu badan.
·         Usahakan membeli ikan paling tidak ukuran 2 inci, karena pada ukuran inilah ciri-ciri ikan sehat dan baik dapat dilihat dibandingkan ukuran yang lebih kecil. Hindari untuk membeli burayak walaupun harganya murah, terutama jika anda seorang pemula. Jangan tergiur dengan keuntungan karena memelihara burayak tidak mudah.
Selain itu, yang harus diterima oleh pemula adalah cacat fisik seperti mata besar sebelah, pertumbuhan fin tidak sempurna, dahi menonjol, bagian kepala meruncing dll. Kemudian yang terpenting adalah lakukan adaptasi secara perlahan sesudah tiba dirumah dan lakukan karantina pada setiap ikan yang dibeli.


LANGKAH SELANJUTNYA

1.    Setelah kita mendapatkan ikan yang sesuai dengan apa yang kita inginkan, ada kalanya saat pertama kali discus dipindahkan ke tempat yang baru dengan pada suhu yg signifikan (lebih dingin), discus akan sangat kaget dan efeknya yg pertama jelas penurunan nafsu makan ataupun mungkin lebih rentan terkena penyakit. Cara mengatasinya, bisa dipancing supaya mau makan dengan cara makanannya saya pegang ketika memberi makan. Biasanya setelah 3-4 hari discus akan kembali normal nafsu makannya.
2.    Beberapa langkah yg dapat terapkan setiap akan mengkondisikan discus ke suhu dingin adalah:
·         Discus dibiasakan untuk mau makan dengan cara pakan yg masih dipegang. Ini sekaligus melatih mental discus agar akrab dengan majikannya. pakannya biasanya berupa bloodworm atau cacing beku.
·         Biasanya discus akan mulai mengenali pakan dalam tangan setelah 2-4hari. Jangan melakukan gerakan yg bisa mengagetkan discus. Karena biasanya discus akan menjadi malas untuk makan (stress).
·         Setelah discus terbiasa diberi pakan dengan tangan cobalah pemberian pakan burger. pada awal 3-4 hari discus akan mogok makan,dan jangan karena dia mogok makan lalu kita berikan pakan lain,tapi paksa terus sampai dia mau,berikan sedikit demi sedikit. lama- kelamaan dia pasti akan mau juga (ramuan burger tergantung selera kita). Burger akan sangat mempengaruhi kecemerlangan warna discus. Berdasarkan hasil tersebut, discus menjadi jauh lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit, selain itu daya tahannya juga jauh lebih unggul dari discus yg dipelihara dengan suhu standar.
·         Penggunaan heater (jika menggunakan) mulai dikurangi intensitasnya. Sebagai contoh heater hanya digunakan selama paling lama 5 jam dan usahakan penggunaan heater hanya untuk kondisi tertentu saja, misalnya saat hujan atau malam hari.
·         Tahap diatas membutuhkan waktu aklimatisasi (adaptasi) 5-6hari.
·         Lalu discus mulai dibiasakan dengan intensitas cahaya tinggi secara bertahap. Biasanya untuk jenis- jenis discus dengan warna yang solid (marlboro,blue diamond,pigeon,rising sun,red melon dll) akan timbul spot hitam yang biasa disebut pasir oleh hobies yg mulai muncul dari bagian kepala dan sirip. Ini disebabkan kualitas indukan yg memang sudah memiliki spot hitam sebelumnya atau juga karena penggunaan lampu dengan intensitas spektrum warna merah berlebih (contohnya lampu UV). Jika diskus anda memiliki hal demikian maka kualitas diskus anda termasuk kurang bagus,karena bila dikawinkan spot hitam itu akan menurun ke anaknya.
·         Setelah discus terbiasa pada cahaya terang dan tanpa heater maka dia akan seterusnya seperti itu.

BEBERAPA PENYAKIT DAN PENANGANANNYA

Selain  itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pula bahwa pada masa penyesuaian suhu, penyakit yg paling umum menyerang adalah white spot dan velvet (new discus disease). Jika ini terjadi anda jangan langsung panik dengan penggunaan obat-obatan yg berbahan kimia (dapat meyebabkan resistensi). Cobalah mengatasi dengan garam obat yg dilarutkan (50mg/10lt air) .
Apabila ternyata ikan kita terkena penyakit white feces atau berak putih yang merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang discus (Penyakit ini ditularkan melalui air yang telah terkontaminasi oleh semacam telur parasit. Discus yang terkena white feces biasanya akan mengeluarkan kotoran berwarna putih) maka berikut ini cara yang biasanya (dan bisa) digunakan untuk mengobatinya:


1.    Karantina discus yang terkena white feces.
2.    Larutkan 2 gr Metronidazole / 100 liter.
3.    Tambahkan garam 1-2 sendok makan.
4.    Pasang heater 30 C.
5.    Pasang aerator.
6.    Sebaiknya, setiap 8 jam ganti air 1/2nya dan tambahkan Metronidazole 1 gr. Atau setidaknya 24 jam. 
 Untuk jenis penyakit lain seperti penyakit cacing pita, dapat diobati dengan Levamisol yang diberikan melalui pakan.Bintik putih (white spot) pada discus dapat diobati dengan cara merendam discus menggunakan acriflavin dengan campuran 50ml acriflavin/22,5 Liter air. Sirip rusak dapat diobati  dengan melarutkan Clorampenicol 2 gr/100 liter air, lakukan selama  3-5 hari. Terakhir untuk velvet, ikannya emang warna badannya jadi gelap/hitam, sirip fin-nya menguncup, suka menggesekkan tubuhnya ke benda di sekitarnya dan biasanya ngumpul di sudut/mojok. biasanya dapat disembuhkan dengan cara: 

1.    Karantina discus yang diduga terkena velvet
2.    Masukkan chlorampenicol 1,5 gram+ Acriflavine 20 ml + 1-2 garam ikan ke dalam tank berisi kurang lebih 100 liter untuk karantina.
3.    Pasang aerator yang agak besar.
4.    Pasang heater 30 C.
5.    Kalau airnya keruh putih di esok lusa, sifon. Tambahkan larutan sama seperti sebelumnya. Lakukan seterusnya sampai discus terlihat sehat (biasanya 1 minggu).
6.    Kasih makan dikit aja (puasa)





gangguan kecemasan pada anak-anak dan tips mencegahnya

ganguan kecemasan pada anak-anak Simtom utama dari gangguan ini adalah enggan  berhubungan dengan  orang-orang yang tidak dikenal yang mengganggu fungsi sosial anak itu dengan  kawan-kawan sebayanya.  Karena kecemasan tersebut, maka anak akan menarik diri , malu,  takut, sulit berbicara atau malahan membisu terhadap kehadiran  orang-orang yang tidak dikenal.  Untuk mendapatkan diagnosis, simtom-simtomnya harus berat dan berlangsung dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 6 bulan.  Orang harus berhati-hati supaya tidak menyamakan  gangguan ini dengan rasa malu yang hanya berlangsung dalam jangka waktu yang singkat karena rasa malu seperti ini adalah normal bagi anak-anak.  Karena gangguan ini baru diidentifikasikan  padaaktu belakangan ini, maka orang belum mengetahui dengan baik gangguan ini.
Gangguan Kecemasan yang Berlebihan
Ciri utama dari gangguan ini adalah kekhawatiran atau kecemasan  yang terus menerus dan berlangsung lama (sekurang-kurangnya selama jangka waktu  6 bulan) terhadap peristiwa-peristiwa pada masa yang akan datang (misalnya  ujian, bahaya, peristiwa sosial), tingkah laku pada masa lampau, dan  kemampuan (sosial, akademis dan atletik).  Kecemasan yang berlangsung lama itu  mengakibatkan simtom-simtom somatik yang dasar fisiknya tidak dapat  ditemukan , dan juga menyebabkan  individu terlalu memikirkan  atau memprihatinkan  dirinya sendiri, serta tidak mampu untuk bersikap relaks.  Kecemasan terhadap kemampuan  dan prestasi dapat menyebabkan  anak menjadi perfeksionistik dan obsesif, tenedsni yang dapat mengganggu performansi aktual dan perkembangan sosial anak.
Penyebab
Penjelasn tentang gangguan kecemasan pada kanak-kanak adalah sama dengan penjelasan tentang gangguan kecemasan pada masa dewasa.  Pendekatan psikodinamik mengemukakan bahwa kecemasan tersebut disebabka oleh konflik-konflik yang belum selesai, dan pendekatan belajar mengemukakan bahwa kecemasan  adalah respons yang dikondisikan secara klasik, sedangkan menurut  pendekatan kognitif kecemasan itu terjadi karena distorsi-distorsi kognitif dan kepercayaan-kepercayaan yang salah.  Pendekatan fisiologis mengemukakan bahwa proses-proses fisiologis adalah penting dan dengan demikian kecemasan yang terjadi pada anak-anak disebabkan oleh masalah-masalah yang menyangkut transmisi sinaptik.


Pengobatan Awal dan Kelanjutannya
Pengobatan awal gangguan kecemasan sosial ditentukan dari seberapa berat gejala emosional dan fisik Anda serta kemampuan Anda dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Orang yang menderita gangguan kecemasan sosial juga sering mengalami depresi. Mereka juga mungkin kecanduan alkohol atau narkoba. Dokter Anda dapat menanyakan tentang konsumsi alkohol dan narkoba untuk melihat apakah Anda terlalu banyak minum alkohol atau menggunakan narkoba.
Gangguan kecemasan sosial sering kali tidak terdeteksi selama bertahun-tahun sebelum penderita akhirnya mencari pengobatan. Pada saat penderita mencari pengobatan, mungkin mereka sudah mempunyai kebiasaan yang mengakomodasi ketakutan mereka. Kebiasaan yang muncul tersebut tentu harus diatasi agar pengelolaan gangguan kecemasan sosial dapat berhasil.
Pertama-tama, dokter harus menentukan apakah  kecemasan Anda terhadap semua kegiatan sosial atau hanya situasi sosial tertentu.
Pengobatan dengan kombinasi obat-obatan dan konseling profesional seringkali efektif untuk mengobati gangguan kecemasan sosial umum (ketakutan terhadap banyak interaksi sosial). Beberapa orang memerlukan pengobatan seumur hidup, sedangkan yang lain mungkin sembuh total setelah beberapa lama menjalani pengobatan.
Ketakutan yang menyebabkan gangguan kecemasan sosial mungkin dapat diatasi. Pendekatan terbaik untuk mengatasi ketakutan Anda dapat dilakukan dengan jenis terapi kognitif-perilaku, yang juga meliputi terapi paparan terhadap sumber ketakutan Anda. Sangat penting untuk melanjutkan konseling profesional, bahkan ketika Anda sedang minum obat-obatan untuk mengurangi kecemasan.
Jenis konseling yang paling sering digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan sosial antara lain:
·         Terapi kognitif-perilaku. Terapi ini membantu Anda mengidentifikasi kecemasan dan situasi sosial yang memicu kecemasan Anda. Pada awalnya Anda mungkin merasa tidak nyaman saat menangani ketakutan situasi sosial, tetapi hal ini merupakan bagian penting dari pemulihan Anda. Beberapa jenis terapi kognitif-perilaku yang digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan sosial, antara lain:
·         Terapi paparan. Anda dibimbing oleh konselor profesional, akan membayangkan menghadapi situasi sosial yang ditakuti sampai Anda tidak lagi takut, contohnya: makan di depan umum. Selanjutnya, Anda dan konselor pergi ke tempat umum dan makan di depan umum, sampai akhirnya Anda dapat makan sendiri di depan umum tanpa rasa takut.
·         Latihan keterampilan sosial. Terapi ini membantu Anda mengembangkan keterampilan yang Anda butuhkan dalam menghadapi situasi sosial dengan cara berlatih dan roleplaying. Kecemasan Anda akan berkurang seiring Anda menjadi lebih nyaman dan siap menghadapi situasi sosial yang ditakuti.
·         Restrukturisasi kognitif. Terapi ini membantu Anda belajar untuk mengidentifikasi dan memperbaiki pikiran takut untuk membantu Anda lebih mampu menangani situasi sosial.
·         Keterampilan manajemen gejala. Terapi ini mengajarkan Anda bagaimana mengurangi stres dengan mengendalikan pernapasan Anda dan respon fisik lain terhadap kecemasan.
·         Terapi suportif. Terapi ini antara lain:
·         Pengetahuan mengenai gangguan kecemasan sosial.
·         Terapi keluarga, untuk mendukung orang-orang tercinta yang dipengaruhi oleh kondisi Anda.
·         Terapi kelompok atau kelompok dukungan, untuk mencari dukungan dari orang lain yang juga didiagnosis menderita gangguan kecemasan sosial.
Obat-obatan sering digunakan untuk gangguan kecemasan sosial umum, kronis, atau parah, seperti:
·         Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), untuk mengurangi kecemasan. SSRI seringnya merupakan jenis obat pertama yang digunakan untuk mengobati kecemasan sosial umum.
·         Benzodiazepin, untuk mengurangi kecemasan. Obat ini bereaksi dengan cepat. Tapi obat ini dapat menimbulkan ketergantungan dan tidak umum digunakan pada penderita yang memiliki masalah kecanduan.
·         Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs), untuk meringankan depresi dan kecemasan. MAOIs memiliki efek samping yang serius ketika dikonsumsi dengan makanan tertentu, seperti beberapa jenis keju dan anggur merah.
·         Beta-blocker, untuk mengurangi kecemasan. Beta-blocker kadang-kadang digunakan untuk mengobati gejala fisik kecemasan, seperti tremor atau denyut jantung cepat.
·         Venlafaxine, untuk membantu meringankan kecemasan dan depresi.
Pengobatan gangguan kecemasan sosial  berkelanjutan, biasanya meliputi melanjutkan konseling psikologis dan pemeriksaan fisik rutin untuk memantau obat-obatan yang Anda minum. Jika konseling profesional belum mengurangi gejala kecemasan Anda, maka penggunaan obat-obatan dapat ditambahkan ke dalam pengobatan Anda.
Jika kecemasan Anda dipicu oleh banyak situasi sosial yang umum, maka Anda mungkin memerlukan pengobatan terus menerus dan berkelanjutan dengan kombinasi konseling dan obat-obatan. Selama pengobatan berlangsung, dokter Anda perlu memantau obat-obatan Anda. Jika salah satu obat tidak bekerja, Anda dan dokter Anda dapat memutuskan mencoba obat yang lain.
Pengobatan yang Dilakukan Jika Kondisi Semakin Memburuk
Penderita gangguan kecemasan sosial dapat memburuk, yang awalnya mungkin rasa takut terhadap satu situasi sosial menjadi kecemasan terhadap semua pertemuan sosial. Jika hal ini terjadi, diperlukan pengobatan tambahan yang biasanya termasuk menambahkan obat-obatan dan jumlah waktu konseling profesional Anda.
Anda mungkin merasa lebih cemas ketika pertama kali memulai konseling profesional. Hal ini karena Anda berpikir tentang situasi yang menyebabkan Anda takut dan cemas. Setelah situasi tersebut diidentifikasi, maka ketakutan dapat diatasi melalui konseling, terutama dengan terapi kognitif-perilaku, yang juga mencakup terapi paparan, yang secara bertahap mengekspos Anda ke rasa takut Anda.
Jika Anda mengonsumsi obat-obatan untuk mengobati gangguan kecemasan sosial, maka Anda perlu periksa rutin ke dokter untuk memantau obat-obatan (seperti selective serotonin reuptake inhibitor) dan kemungkinan efek samping yang timbul. Efek samping obat-obatan tersebut mungkin dapat membuat kecemasan Anda memburuk pada awalnya. Efek samping ini mungkin membaik seiring waktu. Tetapi jika tidak membaik, Anda mungkin perlu minum obat yang berbeda.
Jika gangguan kecemasan sosial tidak diobati atau diobati dengan tidak tepat,  maka dapat menyebabkan gangguan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala fisik yang dapat terjadi seperti detak jantung yang cepat, muka memerah, sesak napas, dan pusing dan gejala ini perlu diatasi.
Kondisi psikologis lain (seperti depresi atau kecanduan narkoba) dapat menyertai gangguan kecemasan sosial, dan kondisi ini membutuhkan perawatan yang lebih. Jika tidak diobati, kombinasi dari gangguan kecemasan sosial dan kondisi psikologis lain (seperti depresi) dapat meningkatkan risiko bunuh diri penderita.



budidaya ikan discus

BUDIDAYA IKAN DISCUS
Ikan diskus merupakan jenis ikan hias yang didatangkan dari sungai Amazon (Brasil). Disebut diskus karena  bentuk tubuhnya mirip lempengan disk yang berdiri tegak. Diskus awalnya terdiri dari heckel discus, brown discus, green discus, dan blue discus. Bentuk tubuh ikan diskus ini pipih bundar dengan warna dasar coklat kemerahan dengan garis berombak dan beraneka ragam tak beratur mulai dari dahi sampai samping perut. Mata ikan diskus berwarna merah dan garis tengah tubuhnya paling besar 15 Cm. Ikan diskus dikenal tidak suka mengganggu cenderung menyendiri atau mengelompok dengan ikan sejenisnya.
Hal yan paling penting dalam budidaya adalah memilih indukan yang baik. Caranya dengan budidaya sejak kecil. Setelah berumur 15-20 bulan, diskus ini akan memilih pasangannya sendiri. Pasangan diskus inilah yang kita ambil dan dipindahkan untuk dipijahkan.


Persiapan tempat: 

1.    Siapkan akuarium ukuran 60  X 40 X 40 Cm.
2.    Suhu air dalam akuarium antara 28 -30 derajat Celcius.
3.    PH air berkisar 5-6.
4.    Air dapat diambil dari sumur atau dari PDAM yang telah diendapkan selama 24 jam.
5.    Tambahkan filter dan aerator.
6.    Sediakan paralon atau pot


          Cara pemijahan:
1.    Masukkan induk diskus yang berpasangan ke dalam akuarium.
2.    Pasang paralon atau pot di dalam akuarium untuk menempelkan  telor.
3.    Telor yang baik akan menetas setelah 60 jam.
4.    Setelah telor menetas, bersihkan larvanya lalu pindahkan ke tempat yang aman dan bersih beserta induknya.
5.    Setelah 3-4 hari larva diskus ini sudah dapat berenang dan mulai menggelayuti induknya sambil menghisap lendir yang ada di sekujur tubuh induknya sebagai makanan utama.
6.    Diskus setelah berumur satu minggu baru bisa diberi makan berupa kutu air atau larva artemia.
   
Cara Pembesaran:
1.    Pindahkan anakan diskus berusia satu bulan dari induknya ke akuarium berukuran 100 X 50 X 35 Cm. Setelah besar pindahkan diskus ke akuarium yang lebih luas lagi.
2.    Agar terlihat bagus, diskus sebaiknya ditempatkan di akuarium standar (induk 50 X 50 X 40 Cm dan anakan diskus 50 X100 X 35 Cm)
3.    Agar ikan diskus tetap hidup dengan baik, sediakan pakan alami seperti dapmia, cacing sutera, cacing super,  jentik nyamuk, udang, dan sejenisnya. Diskus juga suka mengkonsumsi pakan buatan campuran dari  jantung, hati, daging, udang, ikan, dan sayuran.
Sebaiknya, budidaya ikan diskus dilakukan secara kelompok. Budidaya secara kelompok ini lebih efektif dan efisien. Budidaya secara kelompok juga memudahkan proses pemasaran dan distribusi


Saturday, October 12, 2013

KECEMASAN SOSIAL DAN TIPSNYA

Gangguan kecemasan sosial menyebabkan ketakutan tidak rasional terhadap penilaian orang lain atau dipermalukan di depan umum. Gangguan ini dapat membuat Anda menghindari atau sangat membatasi pertemuan dengan orang-lain sehingga dapat menganggu kegiatan sehari-hari Anda. Anda mungkin mengalami gejala fisik seperti detak jantung yang cepat, sesak napas, atau sesak di dada ketika menghadapi ketakutan sosial Anda.
Ketika Anda menderita gangguan kecemasan sosial, maka situasi sosial umum sosial seperti makan di tempat umum, menulis di depan orang lain, menggunakan toilet umum, atau berbicara di depan orang lain, dapat menyebabkan ketakutan dan kecemasan luar biasa.
Anda mungkin lebih takut orang lain mengetahui kecemasan Anda daripada situasi sosial yang Anda takuti. Lingkaran setan dapat terjadi jika Anda menghindari atau mengkhawatirkan acara sosial, seperti berbicara di muka umum, karena takut orang lain menilai Anda sebagai orang yang lemah, gugup, atau bertindak bodoh, maka hal ini dapat menyebabkan kecemasan bertambah banyak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan Anda menghindari atau membatasi kontak dengan orang lain.
Gejala gangguan kecemasan sosial dapat berbeda pada orang dewasa dan anak-anak. Orang dewasa dan remaja yang menderita gangguan kecemasan sosial biasanya mengakui ketakutan mereka tersebut tidak masuk akal atau berlebihan. Namun hal itu belum tentu diketahui oleh anak-anak.
Gejala Gangguan Kecemasan Sosial Pada Orang Dewasa atau Remaja
·         Ketakutan yang terus-menerus dan tidak masuk akal terhadap situasi sosial yang melibatkan orang tidak dikenal atau dinilai oleh orang lain. Ketakutannya yaitu Anda akan malu atau dipermalukan akibat perkataan atau tindakan Anda.
·         Kecemasan berat atau serangan panik ketika berada di situasi yang ditakuti.
·         Menyadari bahwa ketakutan Anda berlebihan atau tidak masuk akal.
·         Menghindari situasi sosial yang Anda takuti atau bertahan dalam situasi tersebut namun dengan kecemasan tinggi.
·         Menghindari atau antisipasi situasi yang membuat takut secara berlebihan sehingga mengganggu kegiatan dan interaksi sehari-hari.
·         Khawatir mengenai kecemasan.
Gejala Kecemasan Pada Anak-Anak
·         Khawatir dipermalukan di depan teman-teman, tetapi biasanya tidak di depan orang dewasa atau remaja.
·         Mengekspresikan kecemasan dengan sering menangis, marah-marah, “membeku” dalam situasi sosial, atau “menghindari” orang-orang asing.
·         Menyangkal atau tidak menyadari bahwa ketakutan tersebut berlebihan atau tidak masuk akal.
·         Ketakutan terhadap penilaian situasi, seperti harus berbicara di depan kelas. Ketakutan ini tidak timbul dan hilang, namun berlangsung terus-menerus selama 6 bulan atau lebih.
Orang dengan gangguan kecemasan sosial sering kurang berprestasi di tempat kerja atau di sekolah untuk menghindari perhatian, promosi atau dipaksa untuk berpartisipasi dalam kelompok. Mereka cenderung memiliki sedikit sahabat dan memiliki kesulitan untuk kencan atau pacaran. Dalam kasus yang lama atau berat, banyak penderita mengembangkan kondisi psikologis lain (seperti depresi atau penyalahgunaan zat).

Berikut tips untuk mengatasi kecemasan sosial .

Mengevaluasi kembali seberapa sering (atau jarang) situasi yang mencemaskan itu mungkin terjadi

Kalau pikiran kita sudah dipenuhi oleh bayangan mengenai hal-hal buruk yang mungkin terjadi, ada baiknya kalau kita berhenti sejenak dan mencoba memikirkan hal yang lebih mendasar: Seberapa besar sih kemungkinannya hal buruk itu akan benar-benar terjadi pada kita?
Seringkali bayangan yang berkecamuk di pikiran kita membuat hal buruk tersebut seolah-olah menjadi sesuatu yang hampir pasti terjadi. Padahal, sebenarnya hal itu belum pernah terjadi pada kita, dan mungkin tergolong sangat jarang juga dialami oleh orang lain.
Jika angka korban tewas akibat kecelakaan mudik di tahun 2012 sebesar 283 orang tidak membuat kita takut untuk mudik, marilah mengevaluasi lagi: Siapa tahu kemungkinan untuk timbulnya kejadian yang mencemaskan jauh lebih kecil dari itu sehingga kita juga tak perlu terlalu mencemaskannya.

Mengevaluasi kembali seberapa buruk akibat yang ditimbulkan jika situasi yang mencemaskan itu terjadi

Seandainya pun kejadian buruk yang dicemaskan itu akhirnya benar-benar terjadi, kita juga masih perlu mempertanyakan lagi: Seberapa buruk sih dampaknya?
Lagi-lagi kecemasan yang berlebihan bisa membuat bayangan yang berkecamuk di kepala kita seolah-olah berakibat fatal. Padahal, seberapa banyak sih dari kejadian yang mencemaskan itu yang bisa membuat kita meninggal dunia, mengalami kecelakaan serius, atau bangkrut seratus persen?
Hal lain yang bisa dibesar-besarkan oleh perasaan cemas yang berlebihan adalah akibat yang sifatnya permanen dan meluas. Misalnya seperti salah ucap pada saat berpidato. Kita mungkin terlalu cemas kalau salah ucap kita diperhatikan semua orang dan diingat terus oleh mereka. Padahal, dalam jangka panjang kemungkinan besar mereka sudah lupa. Dan seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, mereka juga sebenarnya tidak begitu memperhatikan kita.

 

Menggunakan teknik relaksasi dan pernapasan untuk menenangkan diri

Dua refleks khas dari perasaan cemas, takut, atau panik adalah napas yang memendek dan otot-otot tubuh yang menegang. Dengan belajar untuk mengendurkan otot-otot tubuh yang tegang dan menarik nafas dalam-dalam dengan panjang, kita juga sekaligus belajar untuk mengurangi intensitas perasaan cemas yang timbul.

Mengevaluasi reaksi fisik dan mental yang timbul ketika merasa takut atau cemas

Ketika kita mengalami rasa cemas atau takut, tubuh dan pikiran kita bereaksi secara otomatis dan di bawah sadar untuk lari atau menghindar dari situasi yang menimbulkan rasa cemas itu. Dengan belajar dan berlatih untuk memperhatikan secara sadar akan reaksi fisik dan mental yang timbul dari perasaan takut atau cemas, kita bisa lebih mengendalikan diri untuk tidak terburu-buru bertindak atau menghindar.

Menerima rasa takut dan perasaan negatif lainnya sebagai bagian dari hidup

Seringkali yang membuat kita merasa cemas atau takut bukanlah isi kejadiannya sendiri; Yang kita takutkan adalah mengalami perasaan cemas atau takutnya (berikut segala reaksi fisik dan mentalnya), yang memang bukan sebuah perasaan yang menyenangkan untuk dialami.
Padahal, untuk melakukan banyak hal yang penting dan berguna bagi pengembangan diri kita, kita mau tak mau harus mengalami saat-saat di mana perasaan tidak nyaman itu timbul.
Dengan menyadari bahwa kita tidak perlu terus-menerus menghindari atau menekan perasaan takut atau cemas, kita bisa lebih banyak berkonsentrasi pada aktivitas yang penting dan tidak mempedulikan perasaan takut atau cemas yang timbul.

Terjun cukup lama ke dalam situasi yang menimbulkan kecemasan itu

Salah satu faktor utama dari sebuah situasi yang menimbulkan perasaan cemas adalah kondisi dan situasi yang asing bagi kita. Untuk itu, obat yang mujarab untuk mengatasi hal itu adalah justru dengan terlibat dalam situasi itu dan bertahan di sana dalam jangka waktu yang cukup lama.
Dengan demikian, perlahan-lahan kita menjadi lebih familiar dengan situasi yang asing itu. Kecemasan yang timbul akibat ‘kekagetan’ dalam menghadapi situasi tersebutpun bisa berkurang setelah kita menjadi lebih terbiasa dengan hal-hal yang tadinya kita takuti.