Sunday, March 18, 2012

sistem politik

KATA  PENGANTAR

      Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini memuat tentang sistem politik. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
 Penulis



PENDAHULUAN

Dengan lahirnya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah merupakan sebuah keniscayaan yang dilatarbelakangi oleh berbagai perkembangan terbaru. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 telah mengakomodasi aspirasi rakyat yang menghendaki lebih terjaminnya pelaksanaan demokrasi di daerah. Sebagai mana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 bahwa kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih dalam sau pasangan yang dilaksanakan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

A.  Latar Belakang
Partisipasi politik masyarakat merupakan salah satu bentuk aktualisasi dari proses demokratisasi. Keinginan ini menjadi sangat penting bagi masyarakat dalam proses pembangunan politik bagi negara-negara berkembang, karena di dalamnya ada hak dan kewajiban masyarakat yang dapat dilakukan salah satunya adalah berlangsung dimana proses pemilihan kepala negara sampai dengan pemilihan walikota dan bupati dilakukan secara langsng. Sistem ini membuka ruang dan membawa masyarkat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut.
Di Indonesia pemilihan kepala daerah langsung merupakan sejarah terhadap proses demokratisasi yang berlangsung setelah adanya reformasi. Pemilhan kepala daerah secara langsung merupakan titik awal yang bagus bagi terciptanya proses demokratisasi di negara kita, karena sistem ini sangat menghargai partisipasi politik masyarakat. Dalam sistem poitik kita hari ini yang sedang berlansung dimana proses pemilihan kepala negara (presiden) sampai dengan pemilihan walikota dan bupati di lakukan secara langsung, sistem ini membuka ruang dan membawa masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut.








B. Permasalahan
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat diambil suatu permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana peran pemerintah dalam menciptakan demokrasi?


C. Analisis
Untuk menciptakan modernisasi politik maka dibutuhkan partisipasi politik masyarakat. Apalagi Indonesia saat ini sedang melakukan pembangunan politiknya sesuai dengan nilai-nilai demokrasi baik sistemnya maupun manusianya. Partisipasi politik masyarakat sangat berpengaruh atas hasil-hasil yang akan di capai dalam proses pemilihan. Partisipasi menurut Samuel P. Hutington dan Jean Nelson adalah
“…kegiatan yang dilakukan oleh para warga negara, individu-individu dengan tujuan mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah...”
Partisipasi masyarakat dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah terlihat jelas peran serta dan partisipasi masyarakat dalam proses politik. Untuk itu partisipasi dan pembangunan politik dari masyarakat merupakan prasyarat terhadap proses demokratisasi. Dukungan yang efektif bagi suatu pergeseran yang besar dalam kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi atau sosial biasanya berasal dari partisipasi kolektif yang terorganisasi yang dapat tampil dalam berbagai bentuk.
Pertama, ia mencakup kegiatan-kegiatan akan tetapi bukan sikap-sikap atau perilaku politik yang biasanya dipengaruhi oleh orientasi nilai individu dan sebagainya.
Kedua, kegiatan politik warga negara perorangan-perorangan dalam peranan mereka sebagai warga negara preman. Partisipasi politik mencakup kegiatan pejabat-pejabat pemerintah, pejabat-pejabat partai, calon-calon politik, dan looblyst profesional yang bertindak di dalam peranan-pernan itu.
Ketiga, kegiatan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi pengambilan keputusanpemerintah. Kegiatan yang demikian difokuskan terhadap pejabat-pejabat umum, mereka yang pada umumnya diakui mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan yang final mengenai pengalokasian nilai-nilai secara otoritatif di dalm pengelolaan sebuan perusahaan swasta agar menaikan tingkat upah maksimum merupakan partisipasi politik.
Di Indonesia masyarakat hari ini mempunyai peran dan fungsi yang besar dalam melakukan proses demokratisasi. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Lucian Pye bahwa
“salah satu unsur pembangunan politik dalam negara berkembang harus adanya partisipasi dan ketertiban masyarakat dalam politik, baik dalam proses pengambilan kebijakan maupun dalam proses politik yang lain”.
Partisipasi politik itu sendiri akan mendukung proses demokratisasi sesuai dengan nilai-nilai demokrasi yaitu adanya keterbukaan, adanya kebebasan dan adanya aturan main.
Dalam hal ini masyarakat seolah diberikan kebebasan dalam proses partisipasi politik, maka untuk mewujudkan negara yang demokratis aakn semakin mudah karena masyarakat akan semakin paham dan mengerti atas hak dan kewajiban politiknya yang kemudian muncuk kemandirian dan pembangunan politik yang sehat di negara berkembang, karena sesungguhnya negara berkembang harus bisa memberikan pelajaran kepada masyarakat tentang partisipasi politik dalam keranga pembangunan politik untuk menciptakan domokratisasi sesuai dengan cita-cita masyarakat.
Pengaruh yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah bahwa dengan partisipasi politik masyarakat juga akan mendorong kesadaran berpolitik masyarakat, yang lebih penting bagi kehidupan politiknya adalah masyarakat akan menjadi lebih cerdas dan terlatid dengan polihan-pilihan politiknya sesuai dengan kepentingannya.
Proses-proses demokrasi dalam konteks ini seperti partisipasi lokal sangat penting untuk mewujudkan pemerintahan daerah yang dinamis, damai sejahtera dan mampu menyerap kepentingan masyarakat bawah.






D. Kesimpulan
Dalam suatu negara perlu adanya manajemen sistem yang direalisasikan ke dalam suatu aturan, dan hubungannya dengan demokrasi terdapat beberapa aturan yang menghimbau masyarakat dalam pemerintahan. Hal ini terlihat dalam pemberian hak dalam keikutsertaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. Dalam mewujudkan partisipasi masyarakat di bidang politik, peran pemerintah sangat penting karena pemerintah adalah masyarkat dan masyarakat adalah pemerintah, dan dengan partisipasi politik masyarakat dapat mendorong kesadaran berpolitik dalam masyarakat.




















refrensi

LEMBARAN NEGARA
REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan:
UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH
Pasal 1 s.d. Pasal 236
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 April 2005
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Dr. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
MENTERI SEKRETARIS NEGARA
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
AD INTERIM, YUSRIL IHZA MAHENDRA
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI



DAFTAR PUSTAKA

Ghufran, M. Kordi K, 2007. Ironi Pembangunan (Beberapa Catatan Kritis dan Refleksi). Jakarta Timur: PT Perca.

Putra, N., 1993. Pemikiran Soedjatmoko Tentang Kebebasan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama dan Yayasan Seodjatmoko, Jakarta.

Geventa, John, dkk, 2008. Demokrasi Deliberatif yang Mensejaterahkan (upaya Revitalisasi Demokrasi Lokal). Jakarta: Panitia Nasional Kaukus 17++.

Duverger, Maurice, 2005. Sosiologi Politik Jakarta: Yayasan Ilmu-Ilmu social.

Tuesday, March 13, 2012

makalah modal

kata pengantar
                                           


Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini memuat tentang modal dan struktur modal. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih










                                                                                    12 maret 2012



                                                                                                                                    penyusun








DAFTAR    ISI




DAFTAR   ISI

BAB I  PENDAHULUAN

             1.1. Latar Belakang
 1.2. Pokok –Pokok Pembahasan
 1.3. Tujuan Penulisan

BAB II PENGERTIAN DAN TEORI STRUKTUR MODAL

             2.1. Pengertian Modal dan Struktur Modal
             2.2. Teori Struktur Modal
           
BAB III FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL

             3.1. Struktur Aktiva
             3.2. Growth Opportunity
             3.3. Ukuran Perusahaan (Firm Size).
             3.4. Profitabilitas
             3.5. Risiko Bisnia

BAB IV KESIMPULAN


DAFTAR    PUSTAKA










BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Salah satu keputusan penting yang dihadapi oleh manager keuangan dalam kaitannya dengan operasional perusahaan adalah keputusan atas Struktur Modal, yaitu keputusan keuangan yang berkaitan dengan komposisi utang, saham prefen dan saham biasa yang harus digunakan oleh perusahaan.
Keputusan Struktur Modal secara langsung berpengaruh  terhadap besarnya  risiko yang ditanggung pemegang saham beserta besarnya tingkat pengembalian  atau tingkat keuntungan yang diharapkan.
Keputusan Struktur Modal yang diambil oleh  manager tersebut tidak saja berpengaruh terhadap profitalitas perusahaan , tetapi juga berpengaruh terhadap resiko yang dihadapi oleh perusahaan.
            Struktur Modal merupakan pilihan pendanaan antara utang dan ekuitas. Teori yang menjelaskan hal tersebut antara lain Teori Trade-Off, Teori Pecking Order, dan Teori lainnya.


1.2.     Pokok Pokok Pembahasan
           Dalam tulisan ini, Penulis akan membahas dan berfokus pada :
           1.    Bagaimana pendapat atau Teori-Teori Tentang Struktur Modal itu sendiri.
           2.    Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi dalam Struktur Modal
 1.3.     Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.        Untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang paling mempengaruhi dalam pengambilan Keputusan Struktur Modal  suatu perusahaan.

















BAB II
PENGERTIAN DAN TEORI STRUKTUR MODAL

Untuk mengetahui Pengertian Struktur Modal, maka dengan ini dapat dijelaskan tentang Definsi Modal dan Definisi Strukutur Modal sebagai berikut :

2.1.      Pengertian Modal dan Struktur Modal
            Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan dalam pos modal  (modal saham), keuntungan atau laba yang ditahan atau kelebihan aktiva yang dimiliki perusahaan terhadap seluruh utangnya (Munawir,2001).
Modal pada dasarnya terbagi atas dua bagian yaitu modal Aktif (Debet) dan modal Pasif (Kredit).
            Struktur Modal adalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing dan modal sendiri. Modal asing diartikan dalam hal ini adalah hutang baik jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Sedangkan modal sendiri bisa terbagi atas laba ditahan dan bisa juga dengan penyertaan kepemilikan perusahaan.
Struktur Modal merupakan masalah penting dalam pengambilan keputusan mengenai pembelanjaan perusahaan. Untuk mengukur Struktur Modal tersebut maka dapat digunakan beberapa Teori yang menjelaskan Struktur Modal dalam suatu Perusahaan.

2.2.      Teori Struktur Modal

2.2.1.   Teori Pendekatan Tradisional
Pendekatan Tradisional berpendapat akan adanya struktur modal yang optimal. Artinya Struktur Modal mempunyai pengaruh terhadap Nilai Perusahaan, dimana Struktur Modal dapat berubah-ubah agar bisa diperoleh nilai perusahaan yang optimal.

2.2.2.   Teori Pendekatan Modigliani dan Miller
Dalam teori ini berpendapat bahwa Struktur Modal tidak mempengaruhi Perusahaan. Dalam hal ini telah dimasukkan faktor pajak. Sehingga nilai Perusahaan dengan hutang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai perusahan tanpa hutang, Kenaikan tersebut dikarenakan adanya penghematan pajak.

2.2.3.   Teori Trade-Off dalam Struktur Modal
Dalam kenyataan, ada hal-hal yang membuat perusahaan tidak bisa menggunakan hutang sebanyak banyaknya. Suatu hal yang terpenting adalah dengan semakin tingginya hutang, akan semakin tinggi kemungkinan kebangkrutan. Biaya kebangkrutan tersebut bisa cukup signifikan. Biaya tersebut terdiri dari 2 (dua) hal, yaitu :
a.       Biaya Langsung
Yaitu, biaya yang dikeluarkan untuk membayar biaya administrasi, atau biaya lainnya yang sejenis.

b.      Biaya Tidak Langsung
Yaitu, biaya yang terjadi karena dalam kondisi kebangkrutan, perusahaan lain atau pihak lain tidak mau berhubungan dengan perusahaan secara normal. Misalnya Suplier tidak akan mau memasok barang karena mengkwatirkan kemungkinan tidak akan membayar.

Biaya lain dari peningkatan hutang adalah meningkatnya biaya keagenan antara pemegang hutang dengan pemegang saham akan meningkat, karena potensi kerugian yang dialami oleh pemegang hutang akan meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan. Pengawasan bisa dilakukan dalam bentuk biaya biaya monitoring (Persyaratan yang lebih ketat) dan bisa dalam bentuk kenaikan tingkat bunga



2.2.4.   Teori Pecking Order
Teori Trade-Off mempunyai implikasi bahwa manager akan berfikir dalam kerangka trade-off antara penghematan pajak dan biaya kebangkrutan dalam penentuan Struktur Modal. Dalam kenyataan empiris nampaknya jarang manager keuangan yang berfikir demikian.

Secara spesifik, perusahaan mempunyai urutan-urutan prefensi dalam penggunaan dana. Skenario urutan dalam Teori Pecking Order adalah sebagai berikut :
a.       Perusahaan memilih pandangan internal. Dana internal tersebut diperoleh dari laba (keuntungan) yang dihasilkan dari kegiatan perusahaan.
b.      Perusahaan menhitung target rasio pembayaran didasarkan pada perkiraan kesempatan investasi.
c.       Karena kebijakan deviden yang konstan, digabung dengan fluktuasi keuntungan dan kesempatan investasi yang tidak bisa diprediksi, akan menyebabkan aliran kas yang diterima oleh perusahaan akan lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran investasi pada saat saat tertentu dan akan lebih kecil pada saat yang lain.
d.      Jika padangan eksternal diperlukan, perusahaan akan mengeluarkan surat berharga yang paling aman terlebih dulu. Perusahaan akan memulai dengan hutang, kemudian dengan surat berharga campuran seperti obligasi konvertibel, dan kemudian barangkali saham sebagai pilihan terakhir.

Teori Pecking Order ini bisa menjelaskan mengapa perusahaan yang mempunyai tingkat keuntungan yang lebih tinggi justru mempunyai tingkat hutang yang lebih kecil.

2.2.5.   Teori Asimetri Informasi dan Signaling
Teori ini mengatakan bahwa dalam pihak pihak yang berkaitan dengan perusahaan tidak mempunyai informasi yang sama mengenai prospek dan resiko perusahaan. Pihak tertentu mempunyai informasi yang lebih dari pihak lainnya.
                        Teori ini terdiri dari Teori :
a.      Myers dan Majluf
Menurut Teori ini ada asimetri informasi antara manger dengan pihak luar. Manager mempunyai informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi perusahaan dibandingan pihak luar.

b.      Signaling
Mengembangkan model dimana struktur modal (penggunaan hutang) merupakan signal yang disampaikan oleh manager ke pasar. Jika manager mempunyai keyakinan bahwa prospek perusahaan baik, dan karenanya ingin agar saham tersebut meningkat, ia ingin megkomunikasikan hal tersebut kepada investor. Manager bisa menggunakan hutang lebih banyak sebagai signal yang lebih credible. Karena perusahaan yang meningkatkan hutang bisa dipandang sebagai perusahaan yang yakin dengan prospek perusahaan di masa mendatang. Investor diharapkan akan menangkap signal tersebut, signal bahwa perusahaan mempunyai prospek yang baik.

2.2.6.   Teori Lainnya
                        2.2.6.1. Pendekatan Teori Keagenan (Agency Approach)
Menurut pendekatan ini, struktur modal disusun untuk mengurangi konflik antar berbagai kelompok kepentingan. Konflik antara pemegang saham dengan manager adalah konsep free-cash flow.  Ada kecenderungan manager ingin menahan sumber daya  sehingga mempunyai control atas sumber daya tersebut. Hutang bisa dianggap sebagai cara untuk mengurangi konflik leagenan free cash flow. Jika perusahaan menggunakan hutang, maka manager akan dipaksa untuk mengeluarkan kas dari perusahaan untuk membayar bunga.

2.2.6.2.Pendekatan Interaksi Produk
Teori ini berangkat dari teori organisasi industri dan relatif  baru, dibandingkan dengan teori lainnya. Ada dua kategori dalam pendekatan ini, yaitu Strategi dan Menjelaskan hubungan antara Struktur Modal dengan karakteristik produk atau input.

2.2.6.3.Konteks atas Pengendalian Perusahaan
Beberapa penemuan pendekatan ini adalah perusahaan yang menjadi target (dalam pengambilalihan) akan meningkatkan tingkat hutangnya, berhubungan dengan kemungkinan sukses tender offer (penawaran terbuka pada proses pengamalihan usaha).



BAB III
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Struktur Modal antara lain :

3.1.      Struktur Aktiva (Tangibility)
Kebanyakan perusahaan industri yang sebagian besar modalnya tertanam dalam aktiva tetap , akan mengutamakan pemenuhan modalnya dari modal yang permanent yaitu modal sendiri, sedangkan hutang bersifat pelengkap. Perusahaan yang semakin besar aktivanya terdiri dari aktiva lancer akan cenderung mengutamakan pemenuhan  kebutuhan dana dengan utang. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal suatu perusahaan.

3.2.      Growth Opportunity
Yaitu kesempatan perusahaan untuk melakukan investasi pada hal-hal yang menguntungkan. Teori Agency menggambarkan hubungan yang negative antara Growth Opprtunity dan leverage. Perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi cenderung akan melewatkan kesempatan  dalam berinvestasi pada kesempatan investasi yang menguntungkan.


3.3.      Ukuran Perusahaan (Firm Size)
            Perusahaan besar cenderung akan melakukan diversifikasi usaha lebih banyak dari pada perusahaan kecil. Oleh karena itu kemungkinan kegagalan dalam menjalankan usaha atau kebangkrutan akan  lebih kecil. Ukuran perusahaan sering dijadikan indicator bagi kemungkinan terjadinya kebangkrutan bagi suatu perusahaan, dimana perusahaan dalam ukuran lebih besar dipandang lebih mampu menghadapi krisis dalam menjalankan usahanya.

3.4.      Profitabiltas
Teori Pecking Order mengatakan bahwa perusahaan lebih menyukai  internal funding. Perusahaan dengan frofitalitas yang tinggi tentu memiliki dana internal yang lebih banyak dari pada perusahaan dengan profitalitas rendah.
Perusahaan dengan tingkat pengembalian yang tinggi  investasi menggunakan utang yang relative kecil (Bringham & Houston, 2001).
Tingkat pengembalian yang tinggi memungkinkan untuk membiayai sebagian besar kebutuhan pendanaan dengan dana yang dihasilkan secara internal. Hal ini menunjukkan bahwa profitalitas berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan.
Semakin tinggi keuntungan yang diperoleh berarti semakin rendah utang.



3.5.      Risiko Bisnis
Risiko Bisnis akan mempersulit perusahaan dalam melaksanakan pendanaan eksternal, sehingga secara teori akan berpengaruh negative terhadap leverage perusahaan.










BAB IV
KESIMPULAN

Dari   uraian  yang  telah   di tulis   maka  dapat  diambil   kesimpulan  sebagai   berikut   :

1.         Bahwa Struktur Aktiva (Tangibility),Growth Opportunity, Ukuran Perusahaan (Firm Size), Profitabiltas dan  Risiko Bisnis baik secara simultan maupun parsial mempunyai pengaruh pada Keputusan Struktur Modal Suatu Perusahaan.

2.         Dari faktor-faktort  tersebut mempunyai pengaruh satu dengan yang lainnya. Sehing dengan demikian Para Investor, Kreditor maupun Managemen Perusahaan  hendaknya memberikan perhatian yang lebih kepada informasi atas faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut.




Refrensi :
UNIVERSITAS MERCU BUANA FAKULTAS MENAGEMANT


makalah kesehatan

                   kata pengantar
                                           


Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini memuat tentang kesehatan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih



                                                                                           penulis






I. PENDAHULUAN
  1. Defenisi
Bronkitis adalah suatu peradangan bronkhioli, bronkus,trakhea. Secara klinis para ahli mengartikan bronkitis sebagai suatu penyakit atau gangguan respiratorik dengan batuk merupakan gejala yang utama dan dominan, ini berarti bahwa bronkitis bukan merupakan penyakit yang berdiri sendiri melainkan bagian dari penyakit lain tetapi bronkus memegang peran. Bronkitis ada 2 yaitu bronkitis akut,dan bronkitis kronik.
  1. Patofisiologi
Virus dan bakteri biasa masuk melalui port d’entree mulut dan hidung “dropplet infection) yang selanjutnya  menimbulkan viremia dan bakteremia dan gejala atau reaksi tubuh untuk perlawanan.
C.  ETIOLOGI/PENYEBAB
Penyakit ini biasanya disebabkan oleh berbagai macam hal yaitu, virus,bakteri,parasit dan jamur. Virusnya adalah virus rhinovus,respiratory syncitial virus (RSV), virus influenza dan coxscakie virus. Bakteri yang menyebabkannya adalah staphylococcus, streptococcus, pneumococcus,haemophulus influenza, parasit yang menyebabkan adalah oskariasis dan jamur.
D. KOMPLIKASI
Ada beberapa komplikasi bronchitis yang dapat dijumpai pada pasien, antara lain :
  • Bronchitis kronik
  • Pneumonia dengan atau tanpa atelektaksis, bronchitis sering mengalami infeksi berulang biasanya sekunder terhadap infeksi pada saluran nafas bagian atas. Hal ini sering terjadi pada mereka drainase sputumnya kurang baik.
  • Pleuritis. Komplikasi ini dapat timbul bersama dengan timbulnya pneumonia. Umumnya pleuritis sicca pada daerah yang terkena.
  • Efusi pleura atau empisema
  • Abses metastasis diotak, akibat septikemi oleh kuman penyebab infeksi supuratif pada bronkus. Sering menjadi penyebab kematian
  • Haemaptoe terjadi kerena pecahnya pembuluh darah cabang vena ( arteri pulmonalis ) , cabang arteri ( arteri bronchialis ) atau anastomisis pembuluh darah. Komplikasi haemaptoe hebat dan tidak terkendali merupakan tindakan baik gawat darurat.
  • Sinusitis merupakan bagian dari komplikasi bronchitis pada saluran nafas
  • Kor pulmonal kronik pada kasus ini bila terjadi anastomisis cabang-cabang arteri dan vena pulmonalis pada dinding bronkus akan terjadi arterio-venous shunt, terjadi gangguan oksigenasi darah, timbul sianosis sentral, selanjutnya terjadi hipoksemia. Pada keadaan lanjut akan terjadi hipertensi pulmonal, kor pulmoner kronik,. Selanjutnya akan terjadi gagal jantung kanan.
  • Kegagalan pernafasan merupakan komlikasi paling akhir pada bronchitis yang berat dan luas
  • Amiloidosis keadaan ini merupakan perubahan degeneratif, sebagai komplikasi klasik dan jarang terjadi. Pada pasien yang mengalami komplikasi ini dapat ditemukan pembesaran hati dan limpa serta proteinurea
  1. II. ISI
  1. Masa prepatogenesis
  1. Masa pastogenesis
    Apabila bronchitis kongenital patogenesisnya tidak diketahui diduga erat hubungannya dengan genetic serta factor pertumbuhan dan perkembangan fetus dalam kandungan. Pada bronchitis yang didapat patogenesisnya diduga melelui beberapa mekanisme : factor obstruksi bronkus, factor infeksi pada bronkus atau paru-paru, fibrosis paru, dan factor intrinsik dalam bronkus atau paru.
Patogenesis pada kebanyakan bronchitis yang didapat melalui dua mekanisme dasar :
1.  Infeksi bacterial pada bronkus atau paru, kemudian timbul bronchitis. Infeksi pada bronkus atau paru akan diikuti proses destruksi dinding bronkus daerah infeksi dan kemudian timbul bronchitis.
2.  Obstruksi bronkus akan diikuti terbentuknya bronchitis, pada bagian distal obstruksi dan terjadi infeksi juga destruksi bronkus.
Bronchitis merupakan penyakit paru yang mengenai paru dan sifatnya kronik. Keluhan-keluhan yang timbul juga berlangsung kronik dan menetap . keluhan-keluhan yang timbul erat dengan : luas atau banyaknya bronkus yang terkena, tingkatan beratnya penyakit, lokasi bronkus yang terkena, ada atau tidaknya komplikasi lanjut.. keluhan-keluhan yang timbul umumnya sebagai akibat adanya beberapa hal : adanya kerusakan dinding bronkus, akibat komplikasi, adanya kerusakan fungsi bronkus.
  1. Akhir penyakit
batuk produktif dengan sputum banyak, berwarna kotor dan berbau. Sering ditemukannya pneumonia dengan haemaptoe dan nyeri pleura. Bila ada obstruksi nafas akan ditemukan adany dispnea, sianosis atau tanda kegagalan paru. Umumny pasien mempunyai keadaan umum kurang baik, sering ditemukan infeksi piogenik pada kulit, infeksi mata , pasien mudah timbul pneumonia, septikemi, abses metastasis, amiloidosis. Pada gambaran foto dada ditemukan kelainan : bronkovascular marking, multiple cysts containing fluid levels. Dan pada pemeriksaan fisis ditemukan ronchi basah kasar pada daerah yang terkena.
  1. Pencegahan
Masa prepatogenesis(primer) Langkah-langkah ini juga dapat membantu menurunkan risiko bronkitis dan melindungi paru-paru secara umum:
  1. Hindari merokok dan menjadi perokok pasif. Asap tembakau meningkatkan risiko bronkitis kronis dan emphysema.
  2. Cobalah untuk menghindari orang-orang yang telah pilek atau flu. Semakin sedikit Anda terkena virus yang menyebabkan bronkitis, semakin rendah risiko Anda mendapatkannya. Hindari kerumunan orang selama musim flu.
  3. Dapatkan vaksin flu tahunan. Banyak kasus bronkitis akut hasil dari influenza, virus. Mendapatkan vaksin flu tahunan dapat membantu melindungi Anda dari flu, yang pada gilirannya, dapat mengurangi risiko bronkitis.
  4. Tanyakan kepada dokter tentang pneumonia shot. Jika usia Anda lebih dari 60 tahun atau Anda memiliki faktor risiko seperti diabetes, penyakit jantung dan paru-paru, perlu dipertimbangkan melakukan shot bronkitis. Selain itu, dikenal sebagai vaksin Prevnar dapat membantu melindungi anak-anak terhadap pneumonia. Kami menganjurkan untuk semua anak di bawah usia 2 tahun dan untuk anaku usia 2 hingga 5 tahun yang berada pada risiko tertentu penyakit pneumokokus, seperti mereka yang memiliki kekurangan sistem kekebalan tubuh, asma, penyakit jantung atau anemia sel sabit. Efek samping dari vaksin pneumokokus biasanya kecil dan ringan termasuk rasa nyeri atau bengkak di tempat suntikan. Jika Anda memiliki radang paru-paru atau lebih lima tahun yang lalu menjalankan shot, dokter anda dapat merekomendasikan bahwa Anda mendapatkan satu lagi.
  5. Cuci tangan atau menggunakan sanitizer tangan secara teratur. Untuk mengurangi risiko terkena infeksi virus, sering mencuci tangan anda dan membiasakan menggunakan sanitizer tangan. Dan jangan menggosok hidung atau mata Anda.
  6. Ketika praktek, memakai masker. Jika Anda harus menghabiskan banyak waktu di sekitar orang lain yang batuk dan bersin, ide yang baik untuk memakai masker yang menutupi mulut dan hidung untuk mengurangi risiko infeksi.
  • Masa patogenesis(sekunder)
Timbulnya bronchitis sebenarnya dapat dicegah, kecuali dalam bentuk congenital tidak dapat dicegah. Menurut beberapa literature untuk mencegah terjadinya bronchitis ada beberapa cara :
-Pengobatan dengan antibiotic atau cara-cara lain secara tepat terhadap semua bentuk pneumonia yang timbul,pada anak akan dapat mencegah ( mengurangi ) timbulnya bronchitis.Tindakan vaksinasi terhadap pertusis ( influenza, pneumonia ) pada anak dapat pula diartikan sebagai tindakan preventif terhadap timbulnya bronchitis.
  • Akhir penyakit (tersier)
a.  Kemotherapi pada bronchitis
Kemotherapi dapat digunakan :
  • secara continue untuk mengontrol infeksi bronkus ( ISPA )
  • untuk pengobatan aksaserbasi infeksi akut pada bronkus/paru
  • atau kedua-duanya digunakan
Kemotherapi menggunakan obat-obat antibiotic terpilih, pemkaian antibiotic antibiotic sebaikya harus berdasarkan hasil uji sensivitas kuman terhadap antibiotic secara empiric.
Walaupun kemotherapi jelas kegunaannya pada pengelolaan bronchitis, tidak pada setiap pasien harus iberikan antibiotic. Antibiotik diberikan jika terdapat aksaserbasi infeki akut, antibiotic diberikan selama 7-10 hari  dengan therapy tunggal atau dengan beberapa antibiotic, sampai terjadi konversi warna sputum yang semula berwarna kuning/hijau menjadi mukoid ( putih jernih).
Kemotherapi dengan antibiotic ini apabila berhasil akan dapat mengurangi gejala batuk, jumlah sputum dan gejala lainnya terutama pada saat terjadi aksaserbasi infeksi akut, tetapi keadaan ini hanya bersifat sementara.
b. Drainase secret dengan bronkoskop
Cara ini penting dikerjakan terutama pada saat permulaan perawatan  pasien. Keperluannya antara lain :
  • Menentukan dari mana asal secret
  • Mengidentifikasi lokasi stenosis atau obstruksi bronkus
  • Menghilangkan bstruksi bronkus dengan suction drainage daerah  obstruksi
  1. Kesimpulan
pasien bronchitis tergantung pada berat ringannya serta luasnya penyakit waktu pasien berobat pertama kali. Pemilihan pengobatan secara tepat ( konservatif atau pembedahan ) dapat memperbaiki prognosis penyakit.
Pada kasus-kasus yang berat dan tidak diobati, prognosisnya jelek, survivalnya tidak akan lebih dari 5-10 tahun. Kematian pasien karena pneumonia, empiema, payah jantung kanan, haemaptoe dan lainnya.




Daftar Pustaka
Buku ajar : asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem pernapasan.ARIF MUTAQQIN(2008).
Diagnosa keperawatan: buku saku edisi revisi 2001,Lynda juall
Perawatan anak sakit 2003

makalah perkembangan emosi .


                                               KATA  PENGANTAR

      Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini memuat tentang perkembangan emosi pada anak-anak. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Penulis








                                        


DAFTAR ISI

 Kata pengantar  …………………………………….   V
 BAB 1 Pendahuluan  ……………………………….       1
A.   apakah intisari dari makalah ini?.................         1

BAB 2 Pembahasan
A.   perkembangan emosi..........................................  2          
B.   Ciri khas emosi ………………………………..  2
C.   Pola emosi..........................................................   3
D.   Metode belajar yang menunjang perkembangan
Emosi..................................................................  3
E.    Attachment..........................................................  4
 Daftar pustaka................................................................... 5











                                         PENDAHULUAN

        Kemampuan untuk bereaksi secara emosional sudah ada sejak bayi pertama kali lahir. Gejala pertama prilaku emosional adalah keterangsangan umum terhadap stimulus yang kuat. Keterangsangan yang berlebih-lebihan ini tercermin dalam berbagai aktivitas pada bayi yang baru lahir. Kemampuan mengekspresikan pada manusia adalah kemampuan yang harus dipelajari karena itu stimulasi emosi yang kuat dan akurat terhadap konteks perlu diajarkan kepada anak-anak agar mereka dapat beremosi tepat dengan lingkungan sekitarnya.












                                      
                                 
                                            PEMBAHASAN   
                
      Perkembangan emosi.

      Emosi adalah suatu keadaan yang kompleks dari organisme yang menyangkut perubahan jasmani yang luas sifatnya (drever, 1986).Sejumlah study tentang emosi anak berpendapat bahwa perkembangan emosi pada anak bergantung pada factor pematangan dan factor belajar. Berikut penjelasan faktor-faktor tersebut antara lain:
·        Peran pematangan
Perkembangan kelenjar endoktrin penting untuk mematangkan prilaku emosi anak. Bayi secara relatif kekurangan produksi endoktrin yang diperlukan untuk menopang reaksi fisiologis terhadap strez. Kelenjar adrenalin yang memainkan peran utama pada emosi mengecil secara tajam setelah bayi lahir.
·        Peran belajar
Anak harus siap belajar sebelum tiba saatnya belajar

      - Ciri khas emosi anak:
1.     emosi yang kuat misalnya anak kecil bereaksi dengan intensitas yang sama, baik terhadap situasi yang remeh maupun yang serius.
2.     Emosi sering kali tampak misalnya anak seringkali memperlihatkan peningkatan emosi, ledakan emosional ini menimbulkan punishment untuk anak. Sehingga mereka perlu menyesuaikan dengan situasi yang dapat membangkitkan emosi mereka.
3.     Emosi bersifat sementara yaitu peralihan emosi pada anak-anak. Misalnya anak yang sedang menangis tiba-tiba tertawa karena melihat atraksi badut.
4.     Emosi berubah kekuatannya. Perubahan kekuatan emosi disebabkan oleh perkembangan intelektual, perubahan minat dengan nilai.

- Pola emosi  yang umum pada anak-anak adalah
1.     rasa takut
rangsangan takut bayi biasanya berupa suara keras, binatang,tempat gelap, rasa sakit dan sebagainya. Anak kecil lebih takut pada benda-benda dibandingkan dengan bayi. Alasannya anak kecil lebih mampu mengenal bahaya dibandingkan dengan bayi.
2.     rasa marah
Rasa marah sering diekspresikan oleh anak-anak daripada rasa takut. Alasannya karena anak-anak mengetahui bahwa kemarahan adalah cara untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.
3.     rasa cemburu
rasa cemburu adalah reaksi yang normal terhadap kehilangan rasa kasih sayang dari orang-orang disekeliling anak tersebut. Pola rasa cemburu dikombinasikan dengan rasa takut dan amarah.
4.     rasa gembira
kegembiraan adalah emosi yang menyenangkan. Anak merasa gembira mengekspresikannya dengan tertawa riang, bertepuk tangan atau berlompat-lompat.


- Metode Belajar yang menunjang perkembangan emosi
1.     Belajar secara coba dan ralat
Belajar secara coba dan ralat melibatkan reaksi. Anak belajar secara coba dan ralat untuk mengekspresikan emosidalam bentuk prilaku yang memberikan pemuasan terbesar kepadanya dan memberikan prilaku yang menolak prilaku yang memberikan sedikit pemuasan.
2.     Belajar dengan cara meniru
Anak-anak bereaksi dengan rangsangan dan metode yang sama dengan orang-orang yang diamati.
3.     Belajar dengan cara mempersamakan diri
 Learning by identification sama dengan learning by imitation. Yang membedakannya adalah pertama, anak hanya mengkagumi dan mempunyai ikatan emosional yang kuat. Kedua, motivasi untuk menirukan orang lebih kuat dibandingkan dengan motivasi meniru sembarang orang.
4.     Coditioning
Conditioning berarti belajar melalui asosiasi.Dalam metode ini objek dan situasi gagal dalam menimbulkan emosi kemudian berhasil setelah diasosiasikan. Contoh anak yang takut bermain dengan boneka kemudian diasosiasikan dengan permen, setelah dikondisikan maka rasa takut anak tersebut akan hilang.                               
 - Attachment(prilaku lekat)
      
      Attchment menurut bowlby adalah hubungan perasaan yang kuat, yang mengikat seseorang terhadap orang lain. Bowlby juga menjelaskan attach atau perlekatan memberikan rasa aman untuk anak-anak untuk mengeksplorasi lingkungannya dan dasar ini membentuk untuk hubungan interpersonal kedepan.


- Kondisi yang mempengaruhi emosi dominan

·        Kondisi kesehatan
Kondisi kesehatan yang baik mendorong emosi yang menyenangkan menjadi dominan, sebaliknya kondisi kesehatan yang buruk mendorong emosi yang tidak menyenangkan menjadi dominan.
·        Suasana rumah
Jika anak tumbuh didalam keluarga yang penuh dengan kebahagiaan maka hal tersebut mendorong emosi yang menyenangkan untuk anak, sebaliknya juga apabila  anak tumbuh dilingkungan keluarga yang penuh dengan pertengkaran, dendam, kecemburuan maka hal itu akan mendorong emosi yang tidak menyenangkan untuk anak.









                            DAFTAR PUSTAKA

referensi :
http://bintangbangsaku.com/artikel/2009/11/perkembangan-emosi.html