ganguan kecemasan pada anak-anak Simtom
utama dari gangguan ini adalah enggan berhubungan dengan
orang-orang yang tidak dikenal yang mengganggu fungsi sosial anak itu
dengan kawan-kawan sebayanya. Karena kecemasan tersebut, maka anak
akan menarik diri , malu, takut, sulit berbicara atau malahan membisu
terhadap kehadiran orang-orang yang tidak dikenal. Untuk
mendapatkan diagnosis, simtom-simtomnya harus berat dan berlangsung dalam
jangka waktu sekurang-kurangnya 6 bulan. Orang harus berhati-hati supaya
tidak menyamakan gangguan ini dengan rasa malu yang hanya berlangsung
dalam jangka waktu yang singkat karena rasa malu seperti ini adalah normal bagi
anak-anak. Karena gangguan ini baru diidentifikasikan padaaktu
belakangan ini, maka orang belum mengetahui dengan baik gangguan ini.
Gangguan
Kecemasan yang Berlebihan
Ciri
utama dari gangguan ini adalah kekhawatiran atau kecemasan yang terus
menerus dan berlangsung lama (sekurang-kurangnya selama jangka waktu 6
bulan) terhadap peristiwa-peristiwa pada masa yang akan datang (misalnya
ujian, bahaya, peristiwa sosial), tingkah laku pada masa lampau, dan
kemampuan (sosial, akademis dan atletik). Kecemasan yang berlangsung lama
itu mengakibatkan simtom-simtom somatik yang dasar fisiknya tidak
dapat ditemukan , dan juga menyebabkan individu terlalu
memikirkan atau memprihatinkan dirinya sendiri, serta tidak mampu
untuk bersikap relaks. Kecemasan terhadap kemampuan dan prestasi
dapat menyebabkan anak menjadi perfeksionistik dan obsesif, tenedsni yang
dapat mengganggu performansi aktual dan perkembangan sosial anak.
Penyebab
Penjelasn
tentang gangguan kecemasan pada kanak-kanak adalah sama dengan penjelasan
tentang gangguan kecemasan pada masa dewasa. Pendekatan psikodinamik
mengemukakan bahwa kecemasan tersebut disebabka oleh konflik-konflik yang belum
selesai, dan pendekatan belajar mengemukakan bahwa kecemasan adalah
respons yang dikondisikan secara klasik, sedangkan menurut pendekatan
kognitif kecemasan itu terjadi karena distorsi-distorsi kognitif dan kepercayaan-kepercayaan
yang salah. Pendekatan fisiologis mengemukakan bahwa proses-proses
fisiologis adalah penting dan dengan demikian kecemasan yang terjadi pada
anak-anak disebabkan oleh masalah-masalah yang menyangkut transmisi sinaptik.
Pengobatan Awal dan Kelanjutannya
Pengobatan awal gangguan kecemasan sosial ditentukan dari seberapa berat
gejala emosional dan fisik Anda serta kemampuan Anda dalam menjalani kegiatan
sehari-hari. Orang yang menderita gangguan kecemasan sosial juga sering
mengalami depresi. Mereka juga mungkin kecanduan alkohol atau narkoba. Dokter
Anda dapat menanyakan tentang konsumsi alkohol dan narkoba untuk melihat apakah
Anda terlalu banyak minum alkohol atau menggunakan narkoba.
Gangguan kecemasan sosial sering kali tidak terdeteksi selama
bertahun-tahun sebelum penderita akhirnya mencari pengobatan. Pada saat
penderita mencari pengobatan, mungkin mereka sudah mempunyai kebiasaan yang
mengakomodasi ketakutan mereka. Kebiasaan yang muncul tersebut tentu harus
diatasi agar pengelolaan gangguan kecemasan sosial dapat berhasil.
Pertama-tama, dokter harus menentukan apakah kecemasan Anda terhadap
semua kegiatan sosial atau hanya situasi sosial tertentu.
Pengobatan dengan kombinasi obat-obatan dan konseling profesional
seringkali efektif untuk mengobati gangguan kecemasan sosial umum (ketakutan
terhadap banyak interaksi sosial). Beberapa orang memerlukan pengobatan seumur
hidup, sedangkan yang lain mungkin sembuh total setelah beberapa lama menjalani
pengobatan.
Ketakutan yang menyebabkan gangguan kecemasan sosial mungkin dapat diatasi.
Pendekatan terbaik untuk mengatasi ketakutan Anda dapat dilakukan dengan jenis
terapi kognitif-perilaku, yang juga meliputi terapi paparan terhadap sumber
ketakutan Anda. Sangat penting untuk melanjutkan konseling profesional,
bahkan ketika Anda sedang minum obat-obatan untuk mengurangi kecemasan.
Jenis konseling yang paling sering digunakan untuk mengobati gangguan
kecemasan sosial antara lain:
·
Terapi kognitif-perilaku. Terapi ini membantu Anda mengidentifikasi kecemasan dan situasi sosial
yang memicu kecemasan Anda. Pada awalnya Anda mungkin merasa tidak nyaman saat
menangani ketakutan situasi sosial, tetapi hal ini merupakan bagian penting
dari pemulihan Anda. Beberapa jenis terapi kognitif-perilaku yang digunakan
untuk mengobati gangguan kecemasan sosial, antara lain:
·
Terapi paparan. Anda dibimbing oleh konselor profesional, akan membayangkan menghadapi
situasi sosial yang ditakuti sampai Anda tidak lagi takut, contohnya: makan di
depan umum. Selanjutnya, Anda dan konselor pergi ke tempat umum dan makan di
depan umum, sampai akhirnya Anda dapat makan sendiri di depan umum tanpa rasa
takut.
·
Latihan keterampilan sosial. Terapi ini membantu Anda mengembangkan keterampilan yang Anda butuhkan
dalam menghadapi situasi sosial dengan cara berlatih dan roleplaying. Kecemasan
Anda akan berkurang seiring Anda menjadi lebih nyaman dan siap menghadapi
situasi sosial yang ditakuti.
·
Restrukturisasi kognitif. Terapi ini membantu Anda belajar untuk mengidentifikasi dan memperbaiki
pikiran takut untuk membantu Anda lebih mampu menangani situasi sosial.
·
Keterampilan manajemen gejala. Terapi ini mengajarkan Anda bagaimana mengurangi stres dengan
mengendalikan pernapasan Anda dan respon fisik lain terhadap kecemasan.
·
Terapi suportif. Terapi ini antara lain:
·
Pengetahuan mengenai gangguan kecemasan
sosial.
·
Terapi keluarga, untuk mendukung
orang-orang tercinta yang dipengaruhi oleh kondisi Anda.
·
Terapi kelompok atau kelompok dukungan,
untuk mencari dukungan dari orang lain yang juga didiagnosis menderita gangguan
kecemasan sosial.
Obat-obatan sering digunakan untuk gangguan kecemasan sosial umum, kronis,
atau parah, seperti:
·
Selective serotonin reuptake
inhibitor (SSRI), untuk mengurangi kecemasan.
SSRI seringnya merupakan jenis obat pertama yang digunakan untuk mengobati
kecemasan sosial umum.
·
Benzodiazepin, untuk mengurangi kecemasan. Obat ini bereaksi dengan cepat. Tapi obat ini
dapat menimbulkan ketergantungan dan tidak umum digunakan pada penderita yang
memiliki masalah kecanduan.
·
Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs), untuk meringankan depresi dan kecemasan. MAOIs memiliki efek
samping yang serius ketika dikonsumsi dengan makanan tertentu, seperti beberapa
jenis keju dan anggur merah.
·
Beta-blocker, untuk mengurangi kecemasan. Beta-blocker kadang-kadang digunakan untuk
mengobati gejala fisik kecemasan, seperti tremor atau denyut
jantung cepat.
·
Venlafaxine, untuk membantu meringankan kecemasan dan depresi.
Pengobatan gangguan kecemasan sosial berkelanjutan, biasanya
meliputi melanjutkan konseling psikologis dan pemeriksaan fisik rutin untuk
memantau obat-obatan yang Anda minum. Jika konseling profesional belum
mengurangi gejala kecemasan Anda, maka penggunaan obat-obatan dapat ditambahkan
ke dalam pengobatan Anda.
Jika kecemasan Anda dipicu oleh banyak situasi sosial yang umum, maka Anda
mungkin memerlukan pengobatan terus menerus dan berkelanjutan dengan kombinasi
konseling dan obat-obatan. Selama pengobatan berlangsung, dokter Anda perlu memantau
obat-obatan Anda. Jika salah satu obat tidak bekerja, Anda dan dokter Anda
dapat memutuskan mencoba obat yang lain.
Pengobatan yang Dilakukan Jika Kondisi
Semakin Memburuk
Penderita gangguan kecemasan sosial dapat memburuk, yang awalnya mungkin rasa
takut terhadap satu situasi sosial menjadi kecemasan terhadap semua pertemuan
sosial. Jika hal ini terjadi, diperlukan pengobatan tambahan yang biasanya
termasuk menambahkan obat-obatan dan jumlah waktu konseling profesional Anda.
Anda mungkin merasa lebih cemas ketika pertama kali memulai konseling
profesional. Hal ini karena Anda berpikir tentang situasi yang menyebabkan Anda
takut dan cemas. Setelah situasi tersebut diidentifikasi, maka ketakutan dapat
diatasi melalui konseling, terutama dengan terapi kognitif-perilaku, yang juga
mencakup terapi paparan, yang secara bertahap mengekspos Anda ke rasa takut
Anda.
Jika Anda mengonsumsi obat-obatan untuk mengobati gangguan kecemasan
sosial, maka Anda perlu periksa rutin ke dokter untuk memantau obat-obatan (seperti selective
serotonin reuptake inhibitor) dan kemungkinan efek samping yang timbul.
Efek samping obat-obatan tersebut mungkin dapat membuat kecemasan Anda memburuk
pada awalnya. Efek samping ini mungkin membaik seiring waktu. Tetapi jika tidak
membaik, Anda mungkin perlu minum obat yang berbeda.
Jika gangguan kecemasan sosial tidak diobati atau diobati dengan tidak
tepat, maka dapat menyebabkan gangguan yang mengganggu aktivitas
sehari-hari. Gejala fisik yang dapat terjadi seperti detak jantung yang cepat,
muka memerah, sesak napas, dan pusing dan gejala ini perlu diatasi.
Kondisi psikologis lain (seperti depresi atau kecanduan narkoba) dapat
menyertai gangguan kecemasan sosial, dan kondisi ini membutuhkan perawatan yang
lebih. Jika tidak diobati, kombinasi dari gangguan kecemasan sosial dan kondisi
psikologis lain (seperti depresi) dapat meningkatkan risiko bunuh diri
penderita.
No comments:
Post a Comment