Thursday, October 17, 2013

gangguan kecemasan pada anak-anak dan tips mencegahnya

ganguan kecemasan pada anak-anak Simtom utama dari gangguan ini adalah enggan  berhubungan dengan  orang-orang yang tidak dikenal yang mengganggu fungsi sosial anak itu dengan  kawan-kawan sebayanya.  Karena kecemasan tersebut, maka anak akan menarik diri , malu,  takut, sulit berbicara atau malahan membisu terhadap kehadiran  orang-orang yang tidak dikenal.  Untuk mendapatkan diagnosis, simtom-simtomnya harus berat dan berlangsung dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 6 bulan.  Orang harus berhati-hati supaya tidak menyamakan  gangguan ini dengan rasa malu yang hanya berlangsung dalam jangka waktu yang singkat karena rasa malu seperti ini adalah normal bagi anak-anak.  Karena gangguan ini baru diidentifikasikan  padaaktu belakangan ini, maka orang belum mengetahui dengan baik gangguan ini.
Gangguan Kecemasan yang Berlebihan
Ciri utama dari gangguan ini adalah kekhawatiran atau kecemasan  yang terus menerus dan berlangsung lama (sekurang-kurangnya selama jangka waktu  6 bulan) terhadap peristiwa-peristiwa pada masa yang akan datang (misalnya  ujian, bahaya, peristiwa sosial), tingkah laku pada masa lampau, dan  kemampuan (sosial, akademis dan atletik).  Kecemasan yang berlangsung lama itu  mengakibatkan simtom-simtom somatik yang dasar fisiknya tidak dapat  ditemukan , dan juga menyebabkan  individu terlalu memikirkan  atau memprihatinkan  dirinya sendiri, serta tidak mampu untuk bersikap relaks.  Kecemasan terhadap kemampuan  dan prestasi dapat menyebabkan  anak menjadi perfeksionistik dan obsesif, tenedsni yang dapat mengganggu performansi aktual dan perkembangan sosial anak.
Penyebab
Penjelasn tentang gangguan kecemasan pada kanak-kanak adalah sama dengan penjelasan tentang gangguan kecemasan pada masa dewasa.  Pendekatan psikodinamik mengemukakan bahwa kecemasan tersebut disebabka oleh konflik-konflik yang belum selesai, dan pendekatan belajar mengemukakan bahwa kecemasan  adalah respons yang dikondisikan secara klasik, sedangkan menurut  pendekatan kognitif kecemasan itu terjadi karena distorsi-distorsi kognitif dan kepercayaan-kepercayaan yang salah.  Pendekatan fisiologis mengemukakan bahwa proses-proses fisiologis adalah penting dan dengan demikian kecemasan yang terjadi pada anak-anak disebabkan oleh masalah-masalah yang menyangkut transmisi sinaptik.


Pengobatan Awal dan Kelanjutannya
Pengobatan awal gangguan kecemasan sosial ditentukan dari seberapa berat gejala emosional dan fisik Anda serta kemampuan Anda dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Orang yang menderita gangguan kecemasan sosial juga sering mengalami depresi. Mereka juga mungkin kecanduan alkohol atau narkoba. Dokter Anda dapat menanyakan tentang konsumsi alkohol dan narkoba untuk melihat apakah Anda terlalu banyak minum alkohol atau menggunakan narkoba.
Gangguan kecemasan sosial sering kali tidak terdeteksi selama bertahun-tahun sebelum penderita akhirnya mencari pengobatan. Pada saat penderita mencari pengobatan, mungkin mereka sudah mempunyai kebiasaan yang mengakomodasi ketakutan mereka. Kebiasaan yang muncul tersebut tentu harus diatasi agar pengelolaan gangguan kecemasan sosial dapat berhasil.
Pertama-tama, dokter harus menentukan apakah  kecemasan Anda terhadap semua kegiatan sosial atau hanya situasi sosial tertentu.
Pengobatan dengan kombinasi obat-obatan dan konseling profesional seringkali efektif untuk mengobati gangguan kecemasan sosial umum (ketakutan terhadap banyak interaksi sosial). Beberapa orang memerlukan pengobatan seumur hidup, sedangkan yang lain mungkin sembuh total setelah beberapa lama menjalani pengobatan.
Ketakutan yang menyebabkan gangguan kecemasan sosial mungkin dapat diatasi. Pendekatan terbaik untuk mengatasi ketakutan Anda dapat dilakukan dengan jenis terapi kognitif-perilaku, yang juga meliputi terapi paparan terhadap sumber ketakutan Anda. Sangat penting untuk melanjutkan konseling profesional, bahkan ketika Anda sedang minum obat-obatan untuk mengurangi kecemasan.
Jenis konseling yang paling sering digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan sosial antara lain:
·         Terapi kognitif-perilaku. Terapi ini membantu Anda mengidentifikasi kecemasan dan situasi sosial yang memicu kecemasan Anda. Pada awalnya Anda mungkin merasa tidak nyaman saat menangani ketakutan situasi sosial, tetapi hal ini merupakan bagian penting dari pemulihan Anda. Beberapa jenis terapi kognitif-perilaku yang digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan sosial, antara lain:
·         Terapi paparan. Anda dibimbing oleh konselor profesional, akan membayangkan menghadapi situasi sosial yang ditakuti sampai Anda tidak lagi takut, contohnya: makan di depan umum. Selanjutnya, Anda dan konselor pergi ke tempat umum dan makan di depan umum, sampai akhirnya Anda dapat makan sendiri di depan umum tanpa rasa takut.
·         Latihan keterampilan sosial. Terapi ini membantu Anda mengembangkan keterampilan yang Anda butuhkan dalam menghadapi situasi sosial dengan cara berlatih dan roleplaying. Kecemasan Anda akan berkurang seiring Anda menjadi lebih nyaman dan siap menghadapi situasi sosial yang ditakuti.
·         Restrukturisasi kognitif. Terapi ini membantu Anda belajar untuk mengidentifikasi dan memperbaiki pikiran takut untuk membantu Anda lebih mampu menangani situasi sosial.
·         Keterampilan manajemen gejala. Terapi ini mengajarkan Anda bagaimana mengurangi stres dengan mengendalikan pernapasan Anda dan respon fisik lain terhadap kecemasan.
·         Terapi suportif. Terapi ini antara lain:
·         Pengetahuan mengenai gangguan kecemasan sosial.
·         Terapi keluarga, untuk mendukung orang-orang tercinta yang dipengaruhi oleh kondisi Anda.
·         Terapi kelompok atau kelompok dukungan, untuk mencari dukungan dari orang lain yang juga didiagnosis menderita gangguan kecemasan sosial.
Obat-obatan sering digunakan untuk gangguan kecemasan sosial umum, kronis, atau parah, seperti:
·         Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), untuk mengurangi kecemasan. SSRI seringnya merupakan jenis obat pertama yang digunakan untuk mengobati kecemasan sosial umum.
·         Benzodiazepin, untuk mengurangi kecemasan. Obat ini bereaksi dengan cepat. Tapi obat ini dapat menimbulkan ketergantungan dan tidak umum digunakan pada penderita yang memiliki masalah kecanduan.
·         Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs), untuk meringankan depresi dan kecemasan. MAOIs memiliki efek samping yang serius ketika dikonsumsi dengan makanan tertentu, seperti beberapa jenis keju dan anggur merah.
·         Beta-blocker, untuk mengurangi kecemasan. Beta-blocker kadang-kadang digunakan untuk mengobati gejala fisik kecemasan, seperti tremor atau denyut jantung cepat.
·         Venlafaxine, untuk membantu meringankan kecemasan dan depresi.
Pengobatan gangguan kecemasan sosial  berkelanjutan, biasanya meliputi melanjutkan konseling psikologis dan pemeriksaan fisik rutin untuk memantau obat-obatan yang Anda minum. Jika konseling profesional belum mengurangi gejala kecemasan Anda, maka penggunaan obat-obatan dapat ditambahkan ke dalam pengobatan Anda.
Jika kecemasan Anda dipicu oleh banyak situasi sosial yang umum, maka Anda mungkin memerlukan pengobatan terus menerus dan berkelanjutan dengan kombinasi konseling dan obat-obatan. Selama pengobatan berlangsung, dokter Anda perlu memantau obat-obatan Anda. Jika salah satu obat tidak bekerja, Anda dan dokter Anda dapat memutuskan mencoba obat yang lain.
Pengobatan yang Dilakukan Jika Kondisi Semakin Memburuk
Penderita gangguan kecemasan sosial dapat memburuk, yang awalnya mungkin rasa takut terhadap satu situasi sosial menjadi kecemasan terhadap semua pertemuan sosial. Jika hal ini terjadi, diperlukan pengobatan tambahan yang biasanya termasuk menambahkan obat-obatan dan jumlah waktu konseling profesional Anda.
Anda mungkin merasa lebih cemas ketika pertama kali memulai konseling profesional. Hal ini karena Anda berpikir tentang situasi yang menyebabkan Anda takut dan cemas. Setelah situasi tersebut diidentifikasi, maka ketakutan dapat diatasi melalui konseling, terutama dengan terapi kognitif-perilaku, yang juga mencakup terapi paparan, yang secara bertahap mengekspos Anda ke rasa takut Anda.
Jika Anda mengonsumsi obat-obatan untuk mengobati gangguan kecemasan sosial, maka Anda perlu periksa rutin ke dokter untuk memantau obat-obatan (seperti selective serotonin reuptake inhibitor) dan kemungkinan efek samping yang timbul. Efek samping obat-obatan tersebut mungkin dapat membuat kecemasan Anda memburuk pada awalnya. Efek samping ini mungkin membaik seiring waktu. Tetapi jika tidak membaik, Anda mungkin perlu minum obat yang berbeda.
Jika gangguan kecemasan sosial tidak diobati atau diobati dengan tidak tepat,  maka dapat menyebabkan gangguan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala fisik yang dapat terjadi seperti detak jantung yang cepat, muka memerah, sesak napas, dan pusing dan gejala ini perlu diatasi.
Kondisi psikologis lain (seperti depresi atau kecanduan narkoba) dapat menyertai gangguan kecemasan sosial, dan kondisi ini membutuhkan perawatan yang lebih. Jika tidak diobati, kombinasi dari gangguan kecemasan sosial dan kondisi psikologis lain (seperti depresi) dapat meningkatkan risiko bunuh diri penderita.



No comments:

Post a Comment